LSI: Serang Jokowi Pakai Cara Lama, Prabowo Gampang Dikalahkan

Jumat, 2 Februari 2018

DEKANDIDAT.COM – Pada Pilpres 2014, Jokowi berhasil memenangkan pertarungan melawan Prabowo setelah diserang habis-habisan melalui isu berbau SARA. Tapi jika pada Pilpres 2019 Prabowo masih memakai cara yang sama, mantan Danjen Kopassus ini akan dapat dengan mudah dikalahkan.

Demikian salah satu kesimpulan dari hasil survei LSI Denny JA terkini yang dilansir Jumat (2/2) petang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

“Kalau Prabowo masih menggunakan cara lama, memanfaatkan isu agama, maka dia akan dapat dengan mudah dikalahkan Jokowi,” kata peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby.

Dijelaskan, saat Pilpres 2014, Jokowi berhasil mematahkan serangan Prabowo di penghujung masa kampanye dengan cara mengklarifikasi semua kampanye hitam yang dilancarkan kubu lawannya.

Kampanye hitam yang menyerang Jokowi kala itu antara lain, Jokowi disebut capres boneka, Jokowi dituding keturunan Tionghoa dan beragama Kristen, dan Jokowi diserang dengan isu buku nikah palsu.

Berdasarkan hasil survei LSI, pertarungan ulang Jokowi Vs Prabowo berada di urutan pertama soal isu capres yang akan bertarung di Pilpres 2019. Berturut-turut di bawahnya Jokowi Vs Gatot Nurmantyo, Jokowi Vs AHY, dan Jokowi Vs Anies Baswedan.

Survei LSI digelar pada periode 7-14 Januari 2018 dengan metode multistage random sampling. Ada 1.200 responden yang disurvei. Margin of error survei 2,9 persen. Metode yang dipakai adalah wawancara tatap muka dan menggunakan kuesioner.

Sampai hari ini, elektablitas Jokowi masih kuat dibanding calon lainnya. Jika Pilpres 2019 dilakukan hari ini, 48,50% responden akan memilih Jokowi. Sedangkan 41,2 % pemilih akan memilih pemimpin baru dan 10,30% tidak menjawab atau tidak tahu.

Namun tiga variabel di bawah ini membuat Jokowi belum aman. Ketiga variabel tersebut adalah, mayoritas publik tak puas dengan kondisi ekonomi.

Jokowi rentan pula terhadap isu primordial. Kekuatan dan isu Islam politik diprediksikan akan mewarnai Pilpres 2019 seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta, dalam kadar berbeda.

Merebak pula isu buruh negara asing. Terutama isu tenaga kerja yang berasal dari Cina. Di tengah sulitnya lapangan kerja dan tingginya pengangguran di berbagai daerah, isu tenaga kerja asing sangat sensitif.

“Ketiga variabel ini besar kemungkinan akan dimainkan oleh lawan politik Jokowi untuk memenangkan pertarungan,” tegas Adjie.

kinoy jackson