Jadi Ketum Golkar, Airlangga Berpeluang Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Jumat, 2 Februari 2018

DEKANDIDAT.COM – Munculnya sosok Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar, membuka peluang untuk yang bersangkutan menjadi cawapres, pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Ini merupakan salah satu hasil survei terkini LSI Denny JA yang dilansir Jumat (2/2) siang, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur.

Menurut peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, ada lima kategori bursa wapres di Pilpres 2019 nanti yang berasal dari panggung berbeda.

“Ada wapres berlatar belakang militer, wapres berlatar belakang Islam, wapres berlatar belakang partai politik, wapres berlatar belakang gubernur provinsi strategis, dan wapres berlatar belakang profesional,” kata Adjie.

Untuk wapres berlatar belakang militer, tiga nama ini paling menonjol. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan popularitas sebesar 71.2 %. Gatot Nurmantyo dengan popularitas sebesar 56.5 %. Moeldoko dengan popularitas 18.0%.

Meskipun popularitas Moeldoko masih rendah, namun masuknya Moeldoko dalam kabinet Jokowi membuka peluang memainkan langkah gambit.

“Masuknya Moeldoko di jajaran Kabinet Kerja membuat Jokowi mempunya semakin banyak pilihan untuk posisi cawapres,” imbuhnya.

Dari bursa cawapres berlatar belakang Islam, ada 2 nama yang berpeluang yakni, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) popularitasnya sebesar 32.4 %.

“Capres berlatar belakang agaman lainnya adalah TGH M Zainul Majdi (TGB). Popularitasnya 13.9 %. Sungguh pun tingkat pengenalan Zainul Majdi masih rendah, namun tingkat kesukaan publik yang mengenalnya sangat tinggi, di atas 70 persen.”

“Dari bursa cawapres dari latar belakang partai politik, ada dua nama yang muncul, yaitu Airlangga Hartarto (ketum Golkar) dan Budi Gunawan (Kepala BIN). Budi Gunawan melambung dengan simbol PDIP.”

Sementara Airlangga Hartarto juga datang tak terduga. Sejarah pula yang membawanya menjadi ketum Golkar dalam “injury time,” dan momen menentukan.

Cawapres berlatar belakang partai hanya dimasukan PDIP dan Golkar, karena kedua partai ini punya kekuatan bargaining lebih besar di banding partai lain.

Bursa Cawapres berasal dari provinsi strategis yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, hanya Anies Baswedan yang sementara ini muncul.

Selesai pilkada 2018 nanti, gubernur baru yang terpilih di Jabar, Jateng dan Jatim potensial pula menjadi kandidat wapres yang seksi.

Bagaimana dengan panggung cawapres dari kalangan profesional? Tersedia 4 nama di sana. Ada 2 nama berasal dari kabinet kerja Jokowi: Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani.

Hadir pula dua nama di luar kabinet. Mereka tokoh pungusaha mewakili wilayah barat dan timur. Chairul Tanjung pengusaha sukses pemilik CT Corp. Aksa Mahmud, pengusaha sukses berasal dari Sulawesi Selatan, pemilik Bosowa Corp. Aksa Mahmud juga adalah iparnya Jusuf Kalla.

kinoy jackson