Ketua MPR Siap Buka Kongres Peran Serta Masyarakat Perfilman Nasional di Surabaya

Selasa, 30 Januari 2018

DEKANDINDAT.COM – Ketua MPR RI, Zulkifli Hassan sangat menyayangkan belum diberlakukannya UU Perfilman No.33 Tahun 2009. Akibatnya hingga saat ini terus terjadi sengkarut masalah di penyelenggaraan perfilman.

“Sangat disayangkan UU Pefilman yang sudah dikeluarkan sejak sembilan tahun lalu (2009), hingga kini belum diberlakukan,” kata Zulkifli Hassan saat menerima Panitia Kongres Peran Serta Masyarakat Perfilman Nasional, Selasa (30/1), di Senayan, Jakarta.

“Saya akan segera perintahkan ke Mendikbud untuk membuat payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) agar film Indonesia bisa dihargai di negaranya sendiri, setara dengan film-film impor,” tegas Zulkifli.

Dia juga sangat miris melihat kondisi perfilman Indonesia seperti ini. Dia juga bercerita soal anaknya yang sempat menjual tanah untuk membuat film. Tapi begitu filmnya selesai dibuat, ternyata hanya mendapat jatah 10 layar. Padahal di Indonesia, ada 1.500 layar untuk jaringan bioskop di Tanah Air.

“Ini sungguh memprihatinkan,” ucap Ketua Umum PAN ini menambahkan.

Pada kesempatan itu, Sonny Pudjisasono selaku Ketua Kongres Peran Serta Masyarakat Perfilman (KPMP), menemui Zulkifli Hassan bersama sejumlah panitia kongres.

Kepada Ketua MPR, Sonny menjelaskan bahwa dengan belum diberlakukannya UU Perfilman, para pelaku perfilman nasional harus mengeluarkan modal yang sangat besar jika ingin film yang digarapnya bisa tayang. Semua itu terjadi karena kesewenang-wenangan pemilik modal.

“Para pemilik modal yang memiliki jaringan bioskop di Tanah Air, membentuk lagi badan sensor. Karenanya, meskipun sebuah film telah lolos sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF), film bersangkutan belum tentu bisa tayang, jika tak lolos badan sensor milik mereka. Ini sangat mengesalkan,” tukas Sonny.

Terkait soal Kongres Peran Serta Masyarakat Perfilman Nasional yang akan digelar di Surabaya, 2-3 April mendatang, Zulkifli Hassan memastikan diri akan hadir dan membuka kongres.

kinoy jackson