SDI: Tak Ada Sejarahnya Golkar Jatuh ke Posisi 4

Selasa, 19 Desember 2017

DEKANDIDAT.COM – Prediksi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang memprediksikan Partai Golkar bakal terupuruk ke peringkat 4, dinilai berlebihan dan kurang mendasar. Hal demikian dikatan Direktur Eksekutif Sinergi Data Indonesia (SDI), Barkah Pattimahu, Selasa (20/12) siang, di Jakarta.

“Opini yang dikembangkan bahwa Golkar akan terpuruk ke posisi keempat, saya kira terlalu berlebihan dan kurang mendasar. Argumentatif historikal dan statiskal sama sekali tidak ada,” tegas Barkah.

Menurut pria yang beberapa waktu lalu pernah bergabung dengan LSI Denny JA, kondisi yang dialami Partai Demokrat, tak bisa disamakan dengan Golkar.

“Kondisi Partai Demokrat yang pernah terpuruk, tak bisa disamakan dengan Golkar. Mengapa? Karena Golkar memiliki sejarah panjang dan punya akar yang kuat dimasyarakat.”

“Golkar adalah partai masa depan. Bukan partai masa kini yang hanya bisa hidup saat ini, sesuai trend saat ini,” tandasnya.

Ditambahkan, Golkar punya sejarah panjang dihantam badai. Di era reformasi, Golkar pernah masuk masa kelam. Di masa peralihan era Orba ke Reformasi, citra Golkar turun saat. Bahkan Golkar sempat didesak untuk dibubarkan.

“Hukuman sosial buat Golkar, begitu dahsyat di era 2000-an.”

“Ketika itu, sejumlah tokoh Golkar terjerat kasus korupsi. Bahkan Ketua Umumnya ketika itu, Akbar Tanjung terseret skandal kasus dana non budgeter bulog.”

Namun saat itu Golkar mampu melakukan rebound, memperbaiki diri, dan keluar sebagai pemenang pemilu, lanjutnya

“Meski suasana politik yang berbeda dengan era itu, Golkar saat ini masih bisa berdiri kokoh dan bisa mempertahankan posisi berada pada dua besar pemenang sebagaimana pemilu 2014.”

Menyoal sosok Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto, SDI meyakini kalau yang bersangkutan merupakan figur yang dapat membawa Golkar berjaya dan memenangkan Pemilu 2019.

“Persoalan Golkar saat ini tak cukup berbicara soal rebranding. Bicara Golkar baru bukan soal siapa tokoh baru dan apa program baru. Karena tipikal partai di Indonesia sama. Tidak ada yang memiliki konsep berbeda soal isu-isu kebangsaan. Berbeda halnya di Amerika ataupun Eropa. Disini semuanya bicara tema yang sama,” tegasnya.

Dia mengingatkan, kalau igin berjaya lagi, maka yang harus dilakukan Golkar adalah konsolidasi di internal partai semaksimal mungkin.

“Saya sangat yakin, Airlangga Hartarto bakal mampu mengakomodir seluruh kekuatan di Golkar.”

“Golkar ini kuat bukan soal bagaimana branding atau membentuk citra Golkar yang positif melakui program dan iklan di aneka media. Bukan itu,” tukasnya.

“Jika ada yang bicara soal itu, maka sesungguhnya pemahaman tentang Golkar belum dalam. Golkar tumbuh dengan akar serabut yang menjalar kemana2, bukan akar tunggal yang harus didukung oleh siraman iklan dan program semata. Golkar tumbuh karena kadernya.”

SDI menyarankan, Golkar bisa kembali seperti di era keemassannya jika konsep-konsep ke-Golkarannya betul-betul dijalankan. Adapun program dan sebagainya adalah asupan tambahan saja. Ibarat menu pembuka dan utama,” tutup Barkah.

kinoy jackson