Orang-Orang Film Ingin Jadikan Gedung PPHUI Sebagai Galeri Perfilman Nasional

Kamis, 14 Desember 2017

DEKANDIDAT.COM – Prihatin terhadap gedung-gedung pusat perfilman yang habis ditelan jaman, peringatan ke-23 tahun Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), dijadikan sebagai momen penyelamatan bagi gedung perfilman nasional. Saat ini hanya gedung PPHUI yang tersisa. Selebihnya gedung perfilman yang ada di Tanah Air sudah beralih fungsi. Hal demikian dikatakan Ketua Panpel Peringatan ke-23 Tahun Yayasan PPHUI, Sonny Puji Sasono, Kamis (14/12)  di Jakarta.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi gedung-gedung yang dijadikan pusat perfilman yang semuanya nyaris sudah beralih fungsi. Yang tersisa hanya gedung PPHUI di Jalan Rasuna Said. Kami tak ingin gedung PPHUI juga mengalami nasib yang sama,” tandas Sonny yang juga menjabat sebagai sekretaris YPPHUI, usai memberi sambutan pada peringatan kali ini.

Dia menyebutkan, gedung-gedung pusat perfilman yang sudah beralih fungsi antara Pusat Produksi Film Negara (PPFN)  di Jatinegara yang kini berubah menjadi restoran cepat saji, Mc Donald.

“Selanjutnya Gedung Film di dekat Cawang, Jakarta Timur, kini menjadi Gedung Pesona. Sementara Lembaga Sensor Film (LSF) masih berkantor di sana. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, kita tak akan mempunya pusat-pusat perfilman nasional,” lanjutnya.

Ditambahkan, meskipun berbentuk yayasan, namun gedung PPHUI berkembang secara mandiri. Selama ini PPHUI tak pernah menerima bantuan dari pemerintah.

“Sonny bertekad menjadikan gedung PPHUI sebagai galeri perfilman nasional, karena dari sinilah diletakannya dasar-dasar pemngembangan  perfilman nasional.”

Seperti diketahui, di gedung PPHUI yang terletak di Jalan Rasuna Said, Kavling C 22, bercokol sejumlah organisasi perfilman nasional, seperti Parfi, PPFI, GBBSI, KFT, Ferpiki, dll.

“Mereka-mereka ini sudah teruji kualitasnya selama ini,” tukasnya.

Sementara itu untuk memeriahkan HUT ke-23 Perfiki, diselenggarakan pameran poster film nasional dari masa ke masa, peresmian cinema hall digital PPHUI, launching Usmar Ismail Award 2018, dll.

“Kami juga tengah mengupayakan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Usmar Ismail. Dia merupakan Bapak Perfilman nasional,” ujarnya.

 

 

 

kinoy jackson