Airlangga Hartarto Pimpin Golkar, Bikin PDIP dan Gerindra Ketar-Ketir

Kamis, 14 Desember 2017

DEKANDIDAT.COM – PDI Perjuangan dan Gerinda sepertinya menjadi parpol yang paling kesal dengan terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar, menggantikan Setya Novanto. Hal demikian dikatakan peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa, saat merilis hasil survei terbaru lembaga surveinya, Kamis (14/12) siang, di Gedung Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur.

“Berdasarkan hasil survei terkini, PDIP dan Gerindra merapakan parpol yang bercokol di posisi pertama dan kedua. Melihat perkembangan Golkar saat ini, mereka yang paling kesal. Mereka pasti ketar-ketir. Karena dengan terpilihnya Airlangga Hartarto, Golkar menjadi solid dan itu harus diwaspadai,” tegas Ardian.
Dijelaskan, terpilihnya Airlangga secara aklamasi, harus benar-benar diwaspadai oleh PDIP dan Gerindra. Lengah saja sedikit, Golkar bisa menyalip elektabilitas kedua partai ini.
Sebelum Golkar memilih Airlangga Hartarto sebagai ketua umum, sempat muncul sejumlah nama yang dianggap layak memimpin partai beringin. Mereka adalah Idrus Marham, Azis Syamsudin, dan Titiek Soeharto.
Ardian menambahkan, momentum penunjukan Airlangga Hartarto menjadi kesempatan beberapa kader Partai Golkar untuk bersinar di pentas nasional dan membawa partai berlambang pohon beringin itu kepada kepengurusan yang lebih baik. “Sebanyak 51,6 persen dari pemilih Partai Golkar yang kami survei yakin kepada Airlangga Hartarto,” ujarnya.

“Dari survei kami 65,7 persen masyarakat yakin Golkar mampu bangkit bila ada branding baru. Salah satu unsur branding itu adalah kehadiran ‘rising star’,” lanjutnya.

Menyoal beberapa lama waktu yang bagi Airlangga Hartarto, LSI menilai, Airlangga sebagai nahkoda baru Golkar harus bekerja secepat mungkin untuk menstabilkan elektabilitas partainya.

“Pilkada 2018 sudah di depan mata. Januari mendatang, Golkar sudah harus berlari kencang kalau tak mau ketinggalan. Namun dengan sosok Airlangga Hartarto, Golkar sepertinya bisa mengejar ketertinggalannya,” tukasnya.

Elektabilitas Partai Golkar terakhir  berada di angka 11 persen. Partai beringin terus mengalami kemerosotan elektabilitas menyusul dugaan keterlibatan Setya Novanto di kasus KTP Elektronik. Golkar saat ini berada di posisi ketiga, di bawsah PDIP dan Gerindra.

 

kinoy jackson