Bappenas: Dari 13.000 SMK, Hanya 13 Persen Berkualitas

Rabu, 6 Desember 2017

DEKANDIDAT.COM – Tak ingin membuat orang tua murid kecewa, Bappenas akan membuat kebijakan yang lebih ketat terhadap Sekolah Menengak Kejuaran (SMK) yang ada di Tanah Air, sehingga nantinya mampu menghasilkan pelajar berkualitas. Dari 13.000 SMK, hanya 13 persen yang berkualitas.

“Selama ini para orang tua murid selalu beranggapan bahwa menyekolahkan anak-anaknya di SMK agar mereka siap pakai begitu lulus sekolah. Ternyata anggapan itu salah,” tegas Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bappenas, Ir Subandi Sardjoko.

Berbicara di Workshop Koordinasi Strategis Lintas Sektoral Bidang Pelayanan Kepemudaan yang diselenggarakan oleh Deputi I Kemenpora di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta utara, Rabu (7/12) siang, dia tak ingin para orang tua murid kecewa dengan menyekolahkan anak-anaknya di SMK.

“Sekarang ini ada sekitar 13.000 SMK di Indonesia. Apakah SMK yang ada kualitasnya baik semua? Tidak. Hanya 13 persen yang kualitasnya dianggap memadai dan ada yang bererja sama dengan kementerian terkait.”

Padahal selama ini, para orang tua yang tidak atau kurang mampu menginginkan anaknya sekolah di SMK, agar anak-anak mereka langsung bisa berkerja setelah lulus.

“Para orang tua tidak salah. Tujuan mereka bagus dengan menyekolahkan anak-anaknya di SMK. Sayangnya ada 87 persen SMK yang kualitasnya tidak bagus dan banyak dari mereka yang sekolah di sana.”

Untuk mengatasi hal ini, Bappenas bersama kementerian terkait akan membuat batasan yang lebih ketat lagi terhadap pendirian SMK di Tanah Air.

“Sekarang ini kan ada lobang-lobangnya, banyak yang bolong, sehingga terjadi seperti itu. Ke depan kita akan membuat peraturan yang lebih ketat lagi terkait pendirian SMK. Jangan karena mereka meiliki gedung, akhirnya mendapat izin mendirikan SMK,” tegasnya.

Dia juga menjelaskan, ke depan diharapkan kementerian terkait memberikan pendidikan kreatifitas terhadap para pelajar dan kaum muda. Karena hanya pemuda kreatif yang nantinya mampu melawan perkembangan jaman.

“Jujur saya, kami sangat prihatin dengan begitu tingginya angka pengangguran yang ada di Indonesia. Saat  ini ada 61 juta pemuda yang harus ditangani dengan baik agar tak jadi pengangguran.” tutupnya.

kinoy jackson