Putra Kaban: Sudah Saatnya Pers Menyudahi Pemberitaan yang Memprovokasi

Senin, 23 Oktober 2017

DEKANDIDAT.COM – Kalau pers di Tanah Air masih menyajikan berita yang mencari kesalahan dan menjelek-jelekkan orang, sampai kapan pun Indonesia tak akan maju.

Keprihatinan ini disampaikan mantan pemilik media, sekaligus pengacara kondang DR Putra Kaban SH MH, Senin (23/10) malam, di kantornya, di Jakarta.

“Indonesia tak akan pernah menjadi bangsa maju, jika persnya dalam memberitakan hanya mencari kesalahan dan kejelekkan orang,” tegasnya.

Mantan pemilik Mingguan Gebrak Indonesia ini menghimbau agar pers di Tanah Air menyajika berita-berita yang jujur, bukan berita yang isinya hanya pembohongan publik.

“Contohnya pers memberitakan bahwa proses perijinan di Tanah Air cumah butuh beberapa jam. Tapi pada kenyataannya, sampai sekarang masih lama, bisa berhari-hari. Ini sudah pembohongan publik,” tegasnya.

Pers seharusnya, lanjut Putra Kaban, menjunjung integritas. Kalau para pekerja pers tak memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya, yang terjadi seperti sekarang. Pemberitaannya berkiblat pada kelompok tertentu.

“Pers harus membawa kedamaian dalam pemberitaannya. Jangan justru memprovokasi atau mengompori publik melalui pemberitaannya.”

“Model pemberitaan saling menjelekkan tak boleh berlanjut. Kalau kita mencari kesalahan orang dan mempublikasikannya, di lain kesempatan, kejelekan kita yang akan dibongkar. Ingat itu.”

Bikin Terobosan

Diakuinya, melihat kondisi pers yang seperti sekarang, dia berambisi ingin mendirikan perusahaan pers lagi.

“Jujur saja, saya sampai sekarang masih ingin mendirikan perusaan pers. Kalau nanti terlaksana, dalam pembagian keuntungan, saya hanya akan mengambil 60 persen, sedangkan yang 40 persen milik karyawan (wartawan, dll),” sergahnya.

“Yang saat ini berlaku berdasarkan UU Pers adalah, karyawan hanya memperoleh jatah 20 persen. Dengan memberi mereka jatah 40 persen, saya ingin membuat wartawan dan karyawan bahagia hidupnya,” tutupnya.

kinoy jackson