Menhan: Buang Jauh-jauh Ego, Demi Keutuhan NKRI

Selasa, 10 Oktober 2017

DEKANDIDAT.COM – Menhan Ryamizard Ryacudu secara tegas meminta institusi yang terlibat polemik pembelian senjata, harus membuang jauh-jauh egonya demi menjaga keutuhan NKRI.

“Sejak dulu saya selalu mengatakan kalau NKRI itu Harga Mati. Karenanya saya meminta kepada institusi yang terlibat isu senjata harus membuang jauh-jauh egonya,” tegas Ryamizard usai bertemu dengan Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin, Selasa (10/10) siang, di kantor MUI, Jakarta.

Menurutnya, mempertahankan ego sangat tidak penting. Demi keutuhan NKRI, sangat tidak perlu mempertahankan ego.

Dia juga mengaku prihatin atas terjadinya polemik tersebut, karena telah menjadi tontonan publik.

“Karenanya sekali lagi dia mengingatkan bahwa NKRI Harga Mati,” tukasnya.

Kepada dekandidat.com Menhan mengatakan bahwa pertemuan dengan KH Ma’ruf Amin sudah dirancanga lama. Namun karena kesibukan masing-masing, pertemuan baru terselenggara Rabu ini.

“Sebenarnya sudah dua, tiga bulan lalu kita merencanakan pertemuan ini. Tapi karena saya yang sibuk atau Pak Kyai yang sibuk, akhirnya pertemuan ini baru terlaksana sekarang.”

“Silaturahmi itu sangat penting, karenanya kita selalu berusaha membangun persatuan dengan siapa pun,” tambahnya.

Sementara itu KH Ma’ruf Amin dalam pertemuan tersebut menyarankan agar mengutakan jalan dialog untuk menyelesaikan persoalan yang tengah terjadi.

“Utamakan jalan dialog untuk menyelesaikan persoalan yang sedang kita hadapi,” ujar KH Ma’ruf Amin.

Menurutnya, Indonesia itu terbagi dalam tiga golongan, yakni muslim, nasional, dan TNI-Polri. Dia berharap agar ketika golongan ini bisa bersatu.

Sebagai ulama, dia juga menyatakan mendukung penuh pemerintahan Jokowi-JK.

Saat pertemuan tersebut, Menhan Ryamizard didampingi Staf Khusus, Arif Rahman. Sementara KH Ma’ruf Amin didampingi Wasekjen PBNU Heri Azumi dan Wakil Ketua PBNU Masduki Baidhowi.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan, ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Indonesia.

kinoy jackson