BPJS Kesehatan Masih Perlu Banyak Lakukan Pembenahan

Kamis, 5 Oktober 2017

DEKANDIDAT.COM – Meskipun tingkat kepuasan publik mencapai 82 persen, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) perlu melakukan banyak pembenahan menyusul masih banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Tanah Air.

“Berdasarkan survei yang dilakukan BPJS, tingkat kepuasan publik mencapai sekitar 82 persen. Meskipun begitu, BPJS harus banyak melakukan pembenahan, karena masih banyak keluhan yang dilaporkan masyarakat atas pelayanan kesehatan yang mereka dapatkan saat menggunakan kartu BPJS,” hal demikian dikatakan Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timbul Siregar, Kamis.

Timbul Siregar merupakan salah salah satu pembicara pada Diskusi Publik bertajuk “Urgensi Peran Pemuda dalam Mewujudkan Jaminan Kesehatan Semesta 2019”, yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI), Kamis (5/9) siang, di markas KMI di Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.

“Harus diakui, keberadaan BPJS kesehatan sangat membantu masyarakat. Karenanya mereka yang seharusnya membayar Rp20 juta untuk operasi, hanya wajib membayar Rp300 rebu, merasa sangat puas. Padahal seharusnya, publik tajk perlu membayar lagi saat mereka berobat dengan BPJS. Semua sudah dicover oleh BPJS,” tandasnya.

“Tapi itulah masyarakat Indonesia. Sudah puas dan mengaku senang karena tak harus mengeluarkan banyak uang saat menjalani kesehatan.”

Padahal, lanjutnya, hingga saat ini keluarga yang sakit, masih harus dipusingkan untuk mencari kamar, membeli obat, dll.

“Yang selama ini terjadi, banyak pasien BPJS terlantar karena tak mendapat kamar, dll. Bahkan mereka sudah harus antri sejak pagi hari hanya untuk mendapatkan nomor berobat. Ini sangat mengecewakan. Seharusnya, pihak BPJS yang turun tangan langsung untuk mencarikan kamas, obat, dll.”

Timbul mengusulkan, BPJS membuat jaringan online di semua rumah sakit yang menerima pasien BPJS.

“Sehingga ketika ada pasien masuk, tak perlu lagi pusing mencari kamar kosong di rumah sakit yang lain. Cukup tinggal pencet, semua sudah diketahui.”

Sementara itu Asisten Sekretaris Utama Bidang Komuniasi Publik BPJS Kesehatan, Novi Hidayat mengatakan, saat menerima laporan keluhan dari pengguna BPJS, maka yang akan dilakukan pertama kali adalah melakukan komunikasi dengan rumah sakit yang dilaporkan.

“Dengan laporan dan bukti yang ada, kita akan memproses laporan tersebut sesuai aturan main yang sudah kita sepakati dengan pihak-pihak terkait,” kata Novi.

Pada kesempatan itu, Novi juga mengajak kaum muda untuk berperan aktif dengan melakukan pemantauan terhadap kinerja BPJS.

“Demi kebaikan semua, kami mengajak kaum muda untuk melakukan pemantauan terjadap kinerja kami,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Umum KMI, Edi Homaidi mengajak kaum muda untuk berperan serta memasyarakatkan BPJS kepada masyarakat.

“Saat ini masyarakat yang menggunakan BPJS sekitar 150 juta orang. Dengan peran serta kaum muda, diharapkan pada 2019, pengguna BPJS naik sebanyak 50 juta orang, sehingga jumlahnya mencapai 200 juta orang,” tukas Edi.

kinoy jackson