Pemain Lama Ingin Manfaatkan Isu PKI untuk Menangi Pilpres 2019

Selasa, 26 September 2017

DEKANDIDAT.COM – Isu PKI yang belakangan ini marak diteriakkan, bahkan sempat menimbulkan kerusuhan pada 17 September lalu di sekitar kantor YLBHI, Jakarta, konon dilakukan oleh pemain-pemain lama.

Hal demikian mengemuka pada Diskusi Publik bertajuk ‘Peran Media dan Ormas dalam Mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin Guna Memperkokoh NKRI dan Pancasila’, yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI), Selasa (26/9) siang, di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

“Mereka yang memainkan isu-isu PKI adalah pemain-pemain lama. Setiap kali menjelang Pilpres, isu-isu PKI dijadikan sebagai salah satu senjata untuk menjatuhkan lawan politiknya,” demikian dikatakan Ketua Litbang PP GP Anshor, Hasanuddin.

Namun, dia memprediksikan kelompok-kelompok yang memainkan isu PKI, kemungkinan besar akan ditinggalkan pemilihnya.

“Mengapa? Isu PKI sudah basi. Sudah tak relevan dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang ini. Jangan lah isu PKI kembali diungkit-ungkit. Kalau mereka tetap memaksakan kehendak, mereka pasti ditinggal pemilihnya saat Pilpres.”

Hal senada dilontarkan Stah Ahli Menkopolhukam, Prof Sri Yunanto PhD. Menurutnya, isu PKI sudah tak lau lagi dijual.

“Isu PKI sudah tak laku lagi dijual. Kalau ada tokoh-tokoh politik yang tetap memainkan isu ini, publik tak akan simpati lagi pada yang bersangkutan,” ujar Yunanto.

Karenanya dia berpesan, sebaiknya para elit politik, tokoh publik, berpolitik lah secara sehat dan santun. Jangn menghalkan segala cara hanya karena ingin memenangkan Pilpres 2019.

“Lagi pula, sampai saat ini Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), masih berlaku. Jadi tak perlu khawatir PKI akan bangkit,” tambahnya.

Smentara itu Mohammad Anthoni dari Kantor Berita Antara menyarakan kepada media massa bersikap bijak dengan tidak memuat berita-berita yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Media massa sebaiknya tidak memuat berita-berita yang berpeuang memicu konflik di tengah masyarakat.”

Kalau ingin menjadi Media yang Rahmatan Lil Alamin, maka media yang bersangkutan harus meniru sifat utama Nabi Muhammad SAW, yakni sidiq, amanah, tabliq, fatonah, ujar Mohammad.

kinoy jackson