Lewat Kaderisasi, Arif Ingin Merubah Citra Preman Pemuda Pancasila

Selasa, 19 September 2017

DEKANDIDAT.COM – Ir H Arif Rahman sama sekali tak menduga kalau keinginannya menjadi ketua Pemuda Pancasila (PP) DKI Jakarta, sempat mendapat penolakan dari seseorang perempuan yang telah dianggap sebagai kakaknya. Alasannya, Pemuda Pancasila organisasi preman.

“Ketika saya minta restu untuk maju menjadi calon ketua PP DKI, Si Teteh (kakak perempuan) tak setuju. Kata Si Teteh, PP itu organisasi preman,” ujar Arief, saat memaparkan visi dan misinya sebagai calon Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP DKI Jakarta Periode 2017-2022.

Namun Arif (42) yang selama ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) PP DKI Jakarta, tetap teguh dengan pendiriannya untuk maju pada Musyawarah Wilayah XII PP Provinsi DKI Jakarta, 23-24 September mendatang di Hotel Twin Plaza, Jakarta.

“Harus diakui, selama ini pandangan masyarakat terhadap PP memang demikian. Namun melalui jalur pengkaderan, kita bisa menciptakan kader PP sebagai kader yang pontensial dan diterima masyarakat,” ujar Arif.

Dijelaskan, para juru parkir di Alfa Midi atau pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta misalnya, bisa ‘naik kelas’ jika diberi bantuan permodalan.

“Mereka bisa berdagang pulsa atau yang lainnya, jika mereka diberi bantuan modal. Namun yang paling utama adalah merubah mereka yang tadinya preman menjadi kader potensial. Caranya melalui pengkaderan,” lanjutnya.

Menurutnya, tanpa kader yang potensial, PP tak akan menjadi apa-apa.

“Sebagai salah satu ormas tertua di Tanah Air, kami akan berusaha mensejajarkan PP dengan Muhammadiyah atau NU. Karenanya proses kaderisasi akan berusaha semaksimal mungkin menjadikan kader PP menjadi kader yang bermoral.”

“Dan yang lebih penting, demi keutuhan PP, seperti yang selama ini dikatakan Mas Yapto, kader PP harus memiliki loyalitas dan tegak lurus terhadap pimpinan.”

“Kalau saya nanti terpilih, saya akan memimpin PP DKI Jakarta secara transfaran,” janji Arif.

Pada Muswil XII PP DKI Jakarta, ada lima kandidat yang sudah mendaftarkan diri. Mereka adalah Ketua MPC Jakarta Selatan Thoriq Mahmud, Mantan Ketua MPC Jakarta PP Utara Lasman Napitupulu, Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum MPW PP DKI Jakarta Tohom Purba, Ketua Badan Penasehat Badan Pelaksana Kaderisasi PP DKI Jakarta Arif Rahman, dan Ketua MPW DKI Jakarta Roberto Rouw.

Namun saat penyampaian visi dan misi, hanya Arif Rahman yang hadir.

Lebih lanjut, mantan ketua KNPI DKI yang juga staf khusus Menteri Pertahanan RI ini berharap, PP akan selalu menjadi mitra kritis pemerintah.

Rencananya Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat akan membuka Muswil XII PP DKI Jakarta pada 23 September siang. Sementara Gubernur Terpilih, Anies Baswedan akan hadir sebagai nara sumber pada Diskusi Bertajuk ‘Membangun Kemitraan Pengprov DKI Jakarta ke Depan Dengan Ormas Pemuda Pancasila”.

Sementara itu Ketua SC Muswil XII PP DKI Jakarta, Luhut Simanjuntak mengatakan, ada tiga isu yang akan diangkat yakni, persoalan sinergitas program pemerintah dengan ormas PP, menolak gerakan radikalisme dan terorisme, serta isu gerakan komunisme yang bertolak belakang dengan Pancasila.

kinoy jackson