Wajib Pajak Tax Amnesty Tahap III Diprediksikan Membludak Menjelang Batas Akhir

Selasa, 14 Maret 2017

DEKANDIDAT.COM – Direktur P2 Humas Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama memprediksikan penerimaan pajak dari tax amnesty tahap III akan membludak menjelang batas akhir.

“Saat ini dana yang masuk memang baru mencapai Rp105,7 triliun, masih jauh dari target, Rp165 triliun. Namun saya optimis menjelang batas akhir, para wajib pajak akan membludak,” kata Hestu Yoga saat tampil sebagai pembicara pertama pada Seminar Nasional bertajuk ‘Optimalisasi Penerimaan Pajak Pasca Tax Amnesty’ yang digelar oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) di hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (14/3).

“Hestu sangat yakin, dalam dua minggu terakhir, wajib pajak akan memenuhi kewajibannya. Para wajib pajak di Tanah Air, selalu menunggu di saat akhir,” lanjutnya.

Hestu menambahkan, tak amnesty di Indonesia merupakan yang tersukses di dunia. Namun hingga saat ini, baru 724.533 wajib pajak yang memenuhi kewajibannya.

“Mari kita lihat sampai 31 Maret. Kalau para wajib pajak tetap membandel, mereka akan kita kenakan pasal 18 UU Pengampunan Pajak.”

Dijelaskan, pada deklarasi tax amnesty periode pertama, baru merupakan himbauan. Periode kedua, menjadi ajakan. Periode ketiga baru mengancam melalui pasal 18.

“Penerapan Pasal 18 dilakukan demi keadilan.”

Sementara itu politisi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun menyatakan,tahun ini adalah cikal bakal bagian dari reformasi perpajakan.

“Bagaimana pemerintah RI mereformasi perpajakan adalah lahirnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai laboratorium pertama reformasi perpajakan di Indonesia,” ujar anggota DPR dari Komisi XI ini menjelaskan.

Menurutnya, DJP merupakan lembaga yang sangat penting dalam penerimaan pajak. Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampikan bahwa bayarlah pajak anda untuk pembangunan.

Mengenai realisasi penerimaan pajak yang seringkali tidak tercapai, diakui Misbakhun, pada tahun 2015 di era Presiden Jokowi, penerimaan pajak yang rendah karena situasi ekonomi memang belum memungkinkan untuk bangkit.

Sementara situasi ekonomi saat ini, adalah momentum paling tepat untuk pembenahan dari segala sisi dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh di sektor perpajakan.

“Animo masyarakat ikut Tax Amnesty adalah momentum paling penting kembalinya kepercayaan rakyat kepada negara, dan kepercayaan wajib pajak kepada negara,” tukasnya.

Misbakhun meyakini, kalau semua orang merasakan pentingnya pajak, maka, dirinya yakin orang-orang di negeri ini akan dengan sadar mendukung penerimaan pajak demi kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, dalam situasi apapun, mau tidak mau kita dukung reformasi perpajakan sebagaimana visi Nawacita Presiden Jokowi.

“Mari kita berikan dukungan sekecil apapun pajak yang kita bayarkan untuk mensejahterakan rakyat,” tuntasnya.

kinoy jackson