Sikap Baper SBY Bukan Penyebab Elektabilitas Agus/Sylvi Anjlok

Jumat, 10 Februari 2017

DEKANDIDAT.COM – Meskipun banyak mendapat komentar miring, namun sikap ‘baperan’ mantan Presiden SBY saat turun gunung bukan menjadi penyebab turunnya elektabilitas Agus/Sylvi, jelang dilaksanakannya Pilkada DKI Jakarta.

Berdasarkan survei terkini dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dilansir Jumat (10/2) siang, di kantor LSI, Gedung Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, elektabilitas Agus/Sylvi yang awalnya selalu perkasa, kini semakin tergerus.

Kini elektabilitas pasangan Agus H. Yudhoyono – Sylviana Murni (Agus-Sylvi) hanya 30.9%, sementara Ahok/Djarot (30.7%), dan Anies/Sandi (29.9 %).

“Dibanding data LSI di awal Februari 2017, dukungan terhadap seluruh cagub mengalami penurunan. Saling pukul, saling serang, saling sikat pendukung masing-masing calon sama sama berhasil,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa.

“Sikap baper SBY memang banyak dikritisi oleh lawan politiknya. Namun di sisi lain, turun gunungnya mantan Presiden ke-6 tersebut, membuat pendukung Agus/Sylvi semakin solid.”

Karenanya LSI tak melihat sepak terjang SBY sebagai langkah blunder yang membuat elektabilitas anaknya mengalami penurunan tajam.

“Penyebab turunnya elektabilitas Agus/Sylvi ada dua. Pertama soal kasus hukum yang kini dihadapi Sylviana Murni terkait dana hibah kwarda pramuka dan pembangunan Masjid Al Fauz. Kedua, publik menilai Agus belum memiliki pengalaman untuk memimpin Jakarta.”

Survei LSI awal Januari 2017, pasangan Agus-Sylvi memperoleh dukungan 36.7%. Survei Februari Awal (28 Januari – 1 Februari 2017) dukungan Agus-Sylvi turun menjadi 31.1%. Di survei Februari terbaru (8-9 Februari), meskipun ada penurunan lagi ke angka 30.9%, tetapi penurunan Agus tidak sebesar survei sebelumnya.

Pasangan Ahok-Djarot di Januari 2017 didukung 32.6%, kemudian di Februari awal turun menjadi 30.8%. Ini adalah penurunan kembali Ahok setelah rebound di november 2016. Di survei februari terbaru (8-9 Feb) dukungan Ahok-Drajot diangka 30.7%.

Pasangan Anies-Sandi mengalami kenaikan sangat signifikan dari 21.4% (awal Januari 2017), menjadi 32.2% di Februari awal. Akan tetapi di survei Februari (8-9 Feb) terbaru dukungan Anies- sandi turun ke angka 29.9%.

Dalam kondisi persaingan yang maha ketat, swing voters menjadi penentu.

“Cagub yang paling berhasil memikat hati Swing voters dalam sisa lima hari ini, maka dia yang mendapatkan tiket maju ke putaran kedua,” tambahnya.

Dengan elektabilitas yang seperti ini, baik Agus, Ahok atau Anies masih memiliki peluang yang sama untuk lolos ke putaran kedua.

Untuk tiket aman putaran kedua, elektabilitas harus mencapai formula (100%: 3 kandidat) + margin of error. Itu sama dengan 33.3% + 2,9%, yaitu 36,2%.

Elektabilitas semua kandidat dalam survei ini masih di bawah 36,2 persen, dan saling bersaing dengan selisih di bawah margin of error. Agus pernah mencapai angka itu pada survei LSI (Januari 2017), ataupun survei Kompas sebelumnya (Desember 2016). Namun di bulan Februari, Agus menurun.

kinoy jackson