Ulama dan Habib se-Jakarta Dukung Agus/Sylvi

Kamis, 9 Februari 2017

DEKANDIDAT.COM – Sepekan jelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta, pasangan Cagub/Cawagub nomor urut 1, Agus/Sylvi mendapat dukungan dari ulama dan habib se-Jakarta. Pemberian dukungan dalam acara bertajuk Satu Do,a Untuk Jakarta itu, dipimpin oleh Ketua MUI Jakarta, KH Munahar Muchtar, Rabu (8/2) malam WIB.

Acara yang berlangsung di Gelanggang Olah Raga Senam DKI, Duren Sawit, Jakarta Timur tersebut juga dihadiri oleh ayahanda Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mantan Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono, dan Ibas (adik kandung AHY).

Acara yang digelar oleh Jaringan Santri Indonesia ini dihadiri oleh ribuan umat se-Jakarta.

Acara ini juga menjadi kesempatan Agus Harimurti Yudhoyono untuk menegaskan sikapnya terhadap Islam Indonesia.

“Nilai-nilai Islam tidak bertentangan dengan demokrasi dan Pancasila. Justru nilai Islam memperkuat keduanya,” tegas AHY dalam sambutannya.

Menurut AHY, Islam adalah agama rahmatan lil’alamin. Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk membawa rahmat dan perubahan dari jaman jahiliyah.

Karena itu dia berjanji akan memperhatikan umat Islam di Jakarta jika terpilih menjadi Gubernur.

“Kesejahteraan umat Islam adalah kesejahteraan warga Jakarta secara keseluruhan. Jakarta tidak bisa disebut sejahtera jika umat Islamnya tidak sejahtera,” imbuhnya.

AHY juga menegaskan, pilar kemajuan adalah ulama istiqamah dan umara yang amanah.

“Dua hal itu harus berjalan beriring,” tegasnya menambahkan.

Sementara itu SBY juga menegaskan tentang keislaman Indonesia yang menghargai perbedaan dan kebhinnekaan.

SBY menyoroti fenomena terjadinya fobia Islam di dunia, bahkan di Indonesia sekarang ini.

“Jangan membesar-besarkan perbedaan, apalagi membangun kecurigaan terhadap Islam yg sejak awal membangun persaudaraan dan penghargaan terhadap perbedaan,” tegas Presiden RI ke-6 ini.

Dalam kaitannya dengan kasus Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), SBY juga menegaskan bahwa itu adalah kasus hukum murni. Jadi tidak perlu dibawa-bawa menjadi kasus SARA, kebhinnekaan, dan NKRI.

“Mari kita berpikir bijak dan rasional,” pinta SBY.

kinoy jackson