Agama Dijadikan Alat Politik, Keutuhan NKRI Bisa Terancam

Selasa, 29 November 2016

DEKANDIDAT.COM – Untuk mencegah terjadinya perpecahan di kalangan masyarakat yang mengancam keutuhan NKRI, agama jangan dijadikan alat politik. Hal demikian dikatakan pengamat politik UIN, Adi Prayitno, Selasa, di Jakarta.

Tampil sebagai pembicara pada Dialog Politik bertajuk ‘Merawat Kebhinekaan Indonesia di Tengah Menguatnya Sektarianisme Politik’ yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI), di Gedung Dewan Pers, Adi mengatakan, adalah tindakan yang salah jika agama dijadikan sebagai alat pemaksa terhadap para pemilih pada Pilkada Serentak 2017.

“Agama jangan dijadikan alat politik. Misalnya, orang dikatakan akan masuk neraka jika tak memilih kandidat tertentu. Cara ini tak bisa dibenarkan,” tandasnya.

Menurutnya, biarkan publik menentukan pilihannya sendiri tanpa harus mendapat paksaan dari pihak-pihak tertentu.

“Yang lebih penting lagi, jangan sampai hanya karena gara-gara Pilkada Serentak 2017, khususnya di Jakarta, akhirnya persatuan dan kesatuan NKRI jadi terganggu,” ujarnya mengingatkan.

Sementara itu Sosiolog Thamrin Amal Thomagola melihat, kasus Ahok terjadi karena yang bersangkutan telah menyinggung perasaan umat Islam.

“Ahok belum tentu melakukan penistaan agama, tapi dia telah menyinggung perasaan umat Islam. Akibatnya, kemarahan umat Islam meledak,” tukas Thamrin.

Karenanya dia mengingatkan kepada siapa pun untuk tidak menyinggung perasaan umat Islam yang merupakan kaum mayoritas di Indonesia.

Sedangkan KMI melalui Sekjennya, Rouf Qusyairi menilai, dengan terjadinya penguatan sektarianisme belakangan ini, dikhawatirkan akan mengoyak kesepakatan dasar atau konsensus nasional didirikannya negara Indonesia, yakni kebhinekaan.

“Indonesia sejak dulu dikenal karena keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan adat istiadat. Jangan sampai keberagaman ini terganggu karena menguatnya faktor sektarianisme,” tegas Rouf.

Pembicara lain yang tampil pada diskusi kali ini adalah Ketua Walubi, Suhardi Sanjaya dan Ketua PBNU, Imam Azis.

kinoy jackson