LSI: Dukungan Luna Maya – Aura Kasih Belum Tentu Bisa Menangkan Ahok

Jumat, 18 November 2016

DEKANDIDAT.COM – Meskipun didukung oleh sejumlah artis top yang memiliki banyak folower, peluang Ahok untuk mempertahankan posisinya sebagai gubernur sulit terwujud. Ahok bahkan diprediksikan bakal tersingkir di putaran pertama.

Demikian hasil survei terkini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dilansir Jumat (18/11) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

“Dengan elektabilitas yang cuma 10,6 persen, Ahok bukan hanya sulit memenangi Pilkada. Akan tetapi dia juga bisa tersingkir di putaran pertama,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa.

Seperti diberitakan, sehari setelah dijadikan sebagai tersangka, Luna Maya dan Aura Kasih sengaja datang ke Rumah Lembang untuk memberi dukungan kepada Ahok.

Aura Kasih, yang tenar lewat lagu ‘Mari Bercinta’ mengaku mendukung mantan Bupati Belitung Timur itu karena kinerja yang dinilai baik.

“Saya baru dapat KTP Jakarta 4 tahun lalu. Kenapa saya suka dan dukung Pak Ahok karena saya sangat tidak setuju dengan rasis. Jadi menurut saya Indonesia beraneka ragam budaya dan itu menjadi karakter yang negara lain gak punya, cuma Indonesia,” tukas Aura Kasih.

Dukungan juga diberikan Luna Maya. Artis kelahiran Denpasar ini mengungkapkan bahwa dia tidak pernah melakukan komunikasi dengan Ahok untuk memberikan dukungan.

Mantan kekasih Ariel Noah ini mengaku telah melihat bukti nyata kinerja Ahok, itu mengapa ia memutuskan untuk mendukung mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

“Saya di sini pengin kasih semangat ke bapak. Kalau orang baik bener suka dihalangi. Mudah-mudahan saya memilih pemimpin karena ada yang bisa memajukan Jakarta InsyaAllah saya dukung. Bapak bisa perubahan, dua tahun janji bisa merasakan perubahan yang luar biasa. Trims saya mewakili, masyarakat biasa, saya ingin sekali-sekali punya ibu kota yang maju,” ujar Luna.

Namun menurut Ardian Sofa, dukungan dari Luna Maya dan Aura Kasih tak otomatis membuat folowernya ikut memilih Ahok. Kalau pun ada, jumlahnya tak akan signifikan.

Berdasarkan survei terkini LSI Denny JA, elektabilitas Ahok/Djarot anjlok drastis menjadi 10,6 persen setelah dijadikan sebagai tersangka untuk kasus penistaan agama.

“Pasca penetapan Ahok jadi tersangka, elektabilitasnya turun tajam ke 10,6 persen, turun sekitar 50 sampai 60 persen dari yang sebelumnya 24,6 persen,” tambahnya.

Survei LSI Denny JA dilakukan periode 31 Oktober-5 November 2016 dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 440 orang, dengan wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner. Margin of error kurang lebih 4,8 persen.

Dari hasil survei tersebut, baik di pertanyaan terbuka maupun tertutup , suara Ahok-Djarot berada di posisi juru kunci jika dibandingkan pasangan calon lain. Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dengan 30,90 persen (pertanyaan terbuka) atau 32,30 persen pertanyaan tertutup. Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 31,90 persen (pertanyaan terbuka) atau 31,10 persen (pertanyaan tertutup).

Sementara swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan sebelum Ahok jadi tersangka sebesar 34,50 persen, dan pasca ditetapkan tersangka jadi 26,60 persen (pertanyaan terbuka) atau 25,10 persen (pertanyaan tertutup).

kinoy jackson