KONI Pusat Ajak Kemenpora Duduk Bersama Bahas PON Remaja

Rabu, 19 Oktober 2016

DEKANDIDAT.COM – Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman menyesalkan keputusan sepihak Kemenpora yang membatalkan pelaksanaan PON Remaja 2017. Seharusnya Kemenpora dan KONI Pusat duduk bersama dulu.

“Sebelum mengambil keputusan membatalkan pelaksanaan PON Remaja 2017, seharusnya kita (KONI Pusat dan Kemenpora) duduk bersama untuk membahas masalah tersebut,” tegas Tono Suratman di sela-sela perayaan HUT KONI Pisat ke-78, Rabu (19/8) siang, di Gedung Serba Guna, Senayan, Jakarta.

“Mengapa demikian? Karena penyelenggaraan PON Remaja 2017 merupakan hasil keputusan Musayawarah Nasional. Jadi tak bisa begitu saja dibatalkan oleh Kemenpora,” sergahnya.

Dijelaskan, PON Remaja sengaja digelar untuk mencari atlet pelapis yang saat ini jumlahnya semakin sedikit.

“PON Remaja merupakan salah satu media untuk melakukan regenerasi atlet Indonesia sebelum turun pada PON maupun kejuaraan yang levelnya lebih tinggi.”

Menurutnya, kejuaraan multi even khusus atlet berusia di bawah 17 tahun diharapkan menjadi pengumpan untuk ke jenjang senior.

Seperti diberitakan, ajang multi event tersebut sudah dipersiapkan dengan matang antara KONI Pusat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku tuan rumah.

Namun rencana matang yang telah disusun KONI Pusat saat ini sudah pupus setelah Kemenpora membatalkan rencana kejuaraan tersebut. Bahkan, Kemenpora sudah mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terkait dengan pembatalan kejuaraan dua tahunan itu.

Surat pembatalan PON Remaja 2017 oleh Kemenpora sudah dikirimkan ke Gubernur Jawa Tengah per 14 Oktober, namun pihak KONI Pusat mengaku belum pernah diajak bicara terkait hal tersebut.

“Semoga setelah ada pertemuan besok sudah ada keputusan dari KONI. Bagi kami PON Remaja sangat penting dilakukan karena sangat bermanfaat untuk proses regenerasi atlet,” kata Tono Suratman menegaskan.

Sebelumnya, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto membenarkan jika pihaknya belum melakukan koordinasi dengan KONI Pusat terkait pembatalan PON Remaja kedua ini. Karena hal tersebut menjadi ranah Kemenpora.

kinoy jackson