Owi/Butet Hanya Dapat Sambutan Meriah di Bandara dan Kantor Kemenpora

Selasa, 23 Agustus 2016

DEKANDIDAT.COM – Kepulangan pasangan campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir memang mendapat sambutan meriah. Namun sayangnya, sambutan tersebut hanya terjadi di Terminal III Ultimate Bandara Soekarno-Hatta dan Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8) petang.

Selebihnya, Bus Bandros milik Pemda Bandung yang membawa Owi/Butet plus sejumlah orang penting seperti Menpora Imam Nahrawi, Ketua DPR Ade Komarudin, dll, hanya mendapat sambutan sekadarnya.

Mungkin karena sudah memasuki senja dan jalan-jalan Jakarta mulai macet, praktis kehebohan arak-arakan tersebut hanya dinikmati oleh puluhan mobil pengiring yang saling berebut berusaha mendekati Bus Bandros.

Di beberapa jembatan penyeberangan, memang terlihat segelintir orang yang ingin melihat rombongan Owi/Utet, tapi lebih banyak masyarakat yang terkesan tak peduli.

Sementara kemacetan panjang terjadi di jalan-jalan yang akan dilewati arak-arakan tersebut. Petang itu, jalan tol dari Bandara Seokarno-Hatta hingga Senayan, dikhususkan untuk arak-arakan kendaraan Owi/Butet.

Padahal kalau Kemenpora mau bersabar dan memberikan waktu beristirahat satu atau dua hari kepada pasangan emas tersebut untuk menghilangkan jetleg dan mengadakan arak-arakan pada pagi atau siang hari, pasti sambutan publik Jakarta akan sangat terasa.

Jika penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta, kehebohan penyambutan terjadi karena media massa yang berebut ingin mendapat liputan terbaik, maka di kantor Kemenpora, ratusan massa dari mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (FIK UNJ) dan kehadiran ratusan pelajar yang menanti dari siang hari, membuat suasana jadi semarak.

Namun ketika para mahasiswa UNJ dan para pelajar meninggalkan halaman kantor Kemenpora, tinggal ratusan massa dan karyawan Kemenpora yang memadati lobi depan kantor Kemenpora.

Kepada Owi/Butet, Menpora Imam Nahrawi secara simbolis menyerahkan bonus medali emas dan perak masing-masing Rp5 miliar tanpa dipotong pajak.

Pada kesempatan itu, Cak Imam juga memberikan bonus Rp2 miliar kepada lifter Eko Yuli dan Sri Wahyuni yang meraih medali perak.

Tak hanya sampai di situ, pemerintah juga telah menyiapkan tunjangan seumur hidup kepada peraih medali, yakni Rp240 juta per tahun untuk peraih medali emas olimpiade dan Rp180 juta untuk peraih perak olimpiade.

kinoy jackson