DEN Bilang, Sudah Saatnya RI Manfaatkan Nuklir Demi Pemenuhan Pasokan Listrik

Rabu, 27 Juli 2016

DEKANDIDAT.COM – Meskipun banyak negara yang takut nuklir, namun Dewan Energi Nasional (DEN) menilai bahwa pembangunan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir dalam kehidupan pembangunan nasional sudah menjadi kebutuhan di tengah mendesaknya pemenuhan energi listrik.

“Dalam kondisi mendesak untuk memenuhi pasokan listrik di Tanah Air, sudah saatnya Indonesia memanfaatkan tenaga nuklir,” kata anggota DEN, Prof Rinaldy Dalimi, saat tampil sebagai pembicara pertama pada Dialog Nasional bertajuk ‘Nuklir Ramah Lingkungan Dalam Pembangunan Nasional’ yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI), Rabu (27/7) siang, di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Dia menambahkan, saat ini teknologi nuklir sudah sangat aman, sehingga rakyat Indonesia tak perlu takut jika pemerintah akan memanfaatkan tenaga nuklir di Tanah Air.

“Ada tiga hal yang menyebabkan terjadinya kecelakaan nuklir, yakni karena kesalahan operasi, bencana alam, dan kesalahan disain,” tegasnya.

Diakuinya, Indonesia mempunyai risiko potensi yang tinggi, bukan berarti energi nuklir tak dapat dilaksanakan dengan konsep nuklir yang ramah lingkungan, yakni dengan reaksi fusi, mengurangi berbagai akibat negatif.

Seperti diberitakan, kebijakan energi nasional saat ini berpegang pada usaha memaksimalkan energi terbarukan dan mengurangi pembangunan bahan bakar minyak.

Bahkan dalam UU No.17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dinyatakan bahwa PLTN sudah beroperasi pada 2015-2019.

Sementara itu menyinggung masalah PLTN, Manager Senior PLN Pusat, Rendroyoko menyatakan, PLN akan mengikuti kebijakan nasional.

“Masalah energi nuklir bukan hanya faktor keekonomian semata, melainkan juga untuk ketahanan energi nasional dan masa depan,” tukasnya.

Sedangkan Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Nuklir BATAN, Prof Efrizon Umar menyebutkan bahwa mereka selama ini telah memanfaatkan energi nuklir di dalam pengembangan dan pembangunan bidang pertanian, kesehatan, dan industri.

“Sudah saatnya pembangunan nasional mengambil sisi kemanfaatan dan kegunaan bagi kepentingan negara dan energi nuklir,” tegas Efrizon.

kinoy jackson