Mayoritas Publik Inginkan Ahok Maju Lewat Jalur Parpol

Selasa, 28 Juni 2016

DEKANDIDAT.COM – Kendati ‘Teman Ahok’ telah berhasil m,engumpulkan lebih dari 1 juta KTP, namun mayoritas publik (53,80 persen) mendukung langkah Ahok jika ingin maju di Pilgub DKI Jakarta 2017 melalui partai politik.

“Hanya 32,30 persen responden yang tidak setuju jika Ahok maju melalui partai politik, sementara mayoritas publik (53,80 persen) mendukung Ahok maju melalu jalur parpol,” tegas peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby.

Adjie yang melansir hasil survei terbaru LSI Network, Selasa (28/6) petang, di Rawamangun, Jakarta Timur mengatakan, responden yang mendukung Ahok lewat jalur partai merata di semua segmen pemilih, baik laki-laki, perempuan, pemilih pemuda maupun lansia.

Dalam riset LSI juga ditemukan bahwa elektabilitas masih tertinggi diantara kandidat lain, yaitu Basuki Tjahaja Purnama 42,7 persen, Yusril Ihza Mahendra (8,2 persen), Tri Rismaharini (5,2 persen), Sandiaga Uno (3,6 persen), Djarot Saiful Hidayat (1,5 persen), Sjafrie Sjamsoedin (1,2 persen) dan lainnya (1,8 persen), serta yang belum memutuskan (35,8 persen).

Riset kualitatif LSI Denny JA menunjukkan bahwa ada 3 alasan pencalonan Ahok lewat jalur partai lebih menguntungkan, pertama memudahkan Ahok mewujudkan pemerintahan yang kuat dengan dukungan mayoritas parlemen.

“Kedua, Ahok terhindar dari kisruh lebih dalam menghadapi DPRD yang menyulitkan gubernur soal anggaran, perda dan pengawasan. Ketiga, Ahok bisa lebih fokus dengan aneka program inovatifnya karena didukung partai politik.”

Saat ini, Ahok cukup mudah untuk maju lewat partai, karena dukungan dari tiga parpol yakni Golkar, NasDem, Hanura. Ketiga parpol ini punya 24 kursi di DPRD DKI, sedangkan syarat pencalonan pilkada DKI cukup 20 persen dari 106 kursi DPRD DKI, yaitu 22 kursi.

“Untuk menguasai mayoritas DPRD DKI, Ahok membutuhkan minimal 50 persen +1, atau sama dengan 53 kursi. Jika kursi PDIP sebanyak 28 kursi ditambah 24 kursi (Golkar, Hanura NasDem) dan satu partai berbasis Islam (PAN atau PKB) memiliki enam kursi membentuk koalisi pro-Ahok, maka dukungan Ahok akan menguasai mayoritas DPRD DKI sebanyak 54 kursi.” katanya.

Oleh karena itu, katanya, Ahok harus maksimal mendapatkan koalisi besar di DPRD DKI, dan hal tersebut bisa didapatkan sejauh Ahok bersedia mengembangkan kepemimpinan yang akomodatif, walau tetap tegas dengan sikap antikorupsi.

“Saat ini semua pilihan kembali ke Ahok, apakah memilih melalui jalur independen atau partai politik. Jika melanjutkan memilih jalur independen dan terpilih, maka Ahok akan kembali mewarisi pemerintahan yang ‘terbelah’, yaitu eksekutif yang mendapatkan perlawanan mayoritas legislatif (DPRD),” kata Adjie.

Survei LSI diselenggarakan pada tanggal 22 hingga 26 Juni 2016 dengan metoda multistage random sampling. Jumlah responden adalah sebanyak 440 orang. Wawancara dilakukan dengan dengan tatap muka dan dengan menggunakan kuesioner dengan margin of error sebesar 4,8.

kinoy jackson