Akhir Mei, Kemenpora Kembali Gulirkan Liga Santri

Senin, 9 Mei 2016

DEKANDIDAT.COM – Sukses dengan Liga Santri yang pertama, Kemenpora dalam waktu dekat akan menggelar Liga Santri berikutnya. Tak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp10 miliar bakal digelontorkan untuk event tersebut.

“Dalam waktu dekat, sekitar akhir Mei 2016, kita akan menggulirkan kembali Liga Santri,” ujar Imam Nahrawi, kemarin, di Banjarmasin,

Berbicara usai memimpin gerakan Nusantara Mengaji di Ponpes Al-Falah yang diikuti ribuan santri, politisi PKB ini juga ingin para santri pintar menggocek si kulit bundar.

“Kami tak mau para santri hanya pintar mengaji, baca Quran (Al-Quran), dan Kitab Kuning. Tapi para santri juga harus pintar main bola,” tambah Cak Imam, disambut tepuk gemuruh para santri muda, malam itu.

Menpora yang malam itu hadir bersama istrinya, Shobibah Rohmah, sama sekali tak menduga kalau para santri di Al-Falah dan Kalimantan, pintar bermain bola.

“Untuk para santri yang hobi bola, inilah event yang bisa mereka manfaatkan untuk menunjukkan kebolehannya.”

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menganggarkan dana sebesar Rp10 miliar untuk menggelar Liga Santri 2016. Kompetisi ini diharapkan bisa diikuti seluruh pondok pesantren (ponpes) di Tanah Air.

“Tahun 2016 ini, Kemenpora akan kembali menggelar Liga Santri, Kali ini, kami menganggarkan dana sebesar Rp10 miliar untuk menggulirkan kompetisi itu. Kami berharap semua ponpes bisa turut berpartisipasi,” tutur Menpora.

Liga Santri merupakan kompetisi antarsantri ponpes yang digelar sejak 2015. Pada pelaksanaan tahun ini, Menpora berjanji akan melakukan pengawasan lebih ketat.

Dengan upaya itu, Menpora pun berharap mampu menjaring pemain-pemain sepak bola yang berkualitas dari kalangan santri. Pihaknya tidak ingin sepak bola nasional menjadi carut marut karena kepentingan pihak-pihak tertentu.

“Sepak bola profesional kita sepertinya telah dikendalikan oleh kepentingan kelompok tertentu sehingga kurang berprestasi. Dengan adanya liga sepak bola profesional yang bermutu dan bebas kepentingan diharapkan sepak bola Indonesia bisa lebih berprestasi, jangankan di tingkat ASEAN tapi juga di Asia,” imbuhnya.

kinoy jackson