Dibandingkan Congklak, Ibu-ibu Lebih Kenal WhatApp

Hayono Isman Prihatin, Anak-anak Sekarang Lebih Suka Main Games Bunuh-bunuhan

Selasa, 3 Mei 2016

DEKANDIDAT.COM – Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman, mengaku prihatin melihat prilaku masyarakat Indonesia yang seolah-olah sudah tak peduli lagi pada budaya bangsanya.

“Kalau dulu anak-anak suka main dapon, congklak, atau olahraga tradisonal lainnya, saat ini anak-anak dan ibu-ibiunya asyik main WA (WhatApp). Mereka boleh saja main WA, tapi jangan lupakan olahraga tradisional dong,” kata Hayono Isman saat tampil sebagai pembicara pada Rakor Bakohumas, Selasa (3/5) pagi, di Jakarta.

Dia melanjutkan, games yang dinikmati anak-anak Indonesia sekarang, sangat berbahaya.

“Mereka bermain games berjam-jam dengan asyiknya. Begitu saya lihat dilayarnya, ternyata games yang dimainkan adalah membunuh pejalan kaki, polisi, dll. Anak saya bilang, bosan membunuh orang jahat. Sekarang dia membunuh orang-orang tak bersalah dalam permainannya,” imbuhnya sedih.

Karenanya melalui penyelenggaraan Tafisa World Games 2016, Oktober mendatan, Hayono Isman yang dipercaya sebagai ketua panitia pelaksana, berupaya memperkenalkan berbagai olahraga tradisional yang ada di Indonesia.

Olimpiade Olahraga Rekreasi atau lebih dikenal Tafisa World Games 2016 akan diikuti 110 negara dan diperkirakan ada 11.500 peserta dari luar negeri dan 5.000 dari dalam negeri. Selain ajang olahraga juga akan dijadikan arena pengenalan pariwisata Indonesia ke kancah internasional.

Menurutnya, tujuan festival olahraga rekreasi dunia ini memang lebih banyak mengedepankan kesenangan, kebugaran sekaligus ajang wisata dan budaya. Event ini juga akan dihadiri ratusan media lokal maupun asing.

“Rencananya, Tafisa akan diselenggarakan pada 6-12 Oktober 2016 di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Setelah festival usai digelar, para peserta diberi kesempatan oleh panitia pelaksana untuk menikmati keindahan pariwisata di Indonesia,” ungkapnya.

Mantan Menpora ini menambahkan, sebagian besar venue akan menggunakan Ancol untuk perhelatan Tafisa Games. Besok Kamis (11/2) Direktur PT Pengelola Jaya Ancol akan menandatangani perjanjian kerjasama dengan panitia pelaksana Tafisa Games.

Sebelumnya Deputi IV Kemenpora, Gatot S Dewo Broto menjelaskan berbagai persiapan yang telah dilakukan Indonesia menjelang digelarnya Tafisa 2016.

“Selain Tafisa yang waktu penyelenggaraan tinggal sekitar lima bulan lagi, Kemenpora saat ini juga tengah melakukan berbagai pekerjaan terkait pelaksanaan Asian Games 2018,” tukasnya.

“Melalui Rakor Bakomuhas ini, Kemenpora secara tidak langsung ingin memberitahukan apa saja yang harus dilakukan oleh kementerian-kementerian yang nantinya ikut terlibat pada Asian Games 2018.”

“Asian Games 2018 itu merupakan kerja bersama, bukan kerja Kemenpora saja. Misalnya soal kesehatan atlet, yang bertanggung jawab untuk masalah ini adalah Kementerian Kesehatan. Mereka harus menurunkan orang-orangnya, dll.”

kinoy jackson