Kemenpora Posisikan Pemuda Sebagai Kekuatan Moral

Senin, 25 April 2016

DEKANDIDAT.COM – Kemenpora memposisikan pemuda sebagai kekuatan moral, yang mampu menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan. Sebagai kontrol sosial, pemuda mampu memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, hak, kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis lingkungan, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, serta menjamin transparansi dan akuntabilitas publik.

“Sebagai agen perubahan, pemuda mampu mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, seni, dan budaya serta kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, kepemimpinan, dan kepeloporan pemuda,” demikian dikatakan Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Bbidang Politik, Yuni Poerwanti di Jakarta, Minggu (24/4).

Dikatakan, mandat Nawacita yang dilontarkan Presiden Jokowi, antara lain membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan serta memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial budaya, harus terwujud oleh semua elemen secara bersama-sama.

Sebelumnya, Yuni juga sempat menyampaikan pidato mewakili Menpora Iman Nahrawi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Katolik, di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, 20 April 2016. Rakernas itu bertemakan “Menghadirkan Peran Pemuda yang Trampil di Tengah Umat dan Masyarakat Berbasis Desa Berdasarkan Pancasila”.

Ketika itu, Yuni menyampaikan harapan bahwa pemuda memiliki kesadaran untuk berperan aktif di segala bidang pembangunan nasional. Seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang tentang Kepemudaan, para pemuda harus saling bahu membahu dan bergotong royong membangun desa, ikut bertanggung jawab mewarnai pembangunan kepemudaan mulai dari perdesaan, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.

“Gunakan hati nurani dalam berpikir dan bertindak untuk mencapai kesejahteraan bersama, bukan hanya mempertimbangkan logika hukum saja, apalagi untuk kepentingan individu, kelompok, atau golongan tertentu,” tuturnya.

kinoy jackson