2016, Kemenpora Hadirkan Program Parlemen Muda

Senin, 25 April 2016

DEKANDIDAT.COM – Untuk membangkitkan kembali semangat politik kaum muda, mulai 2016 ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menghadirkan Program Parlemen Muda.

“Pemahaman tentang keparlemenan bagi pemuda sangat diperlukan agar tujuan negara, tujuan bangsa dan tujuan rakyat Indonesia dapat tercapai sesuai dengan yang dicita-citakan. Program ini penting untuk mendorong kaum muda agar menjadi tokoh/pemimpin di hari esuk, yang akan menerima tonggak estafet kepemimpinan, bertanggungjawab menentukan arah pembangunan bangsa masa kini dan masa yang akan datang,” ujar Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) bidang Politik Yuni Poerwanti di Jakarta.

Pada acara yang digagas oleh Sospol Adventure Camp (SAC) BEM Universitas Negeri Jakarta ini, Yuni mengatakan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam setiap perubahan yang mewarnai negeri ini.

“Lewat sentuhan dan semangat khas pemuda peristiwa-peristiwa bersejarah lahir dan menjadi saksi bahwa pemuda tidak hanya berpangku tangan melihat bangsa sedang terpuruk tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. “

Hal ini ditandai dengan berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 hingga pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 momentum reformasi yang dipahami sebagai momentum dimulainya kehidupan demokrasi, hingga diselenggarakannya pemilihan umum (pemilu) pada tahun 1999 yang melibatkan tidak kurang dari 48 partai politik.

“Jadi konsekuensi politik di Indonesia tidak boleh dilepas begitu saja. Pemuda juga tidak boleh berputus asa dalam melakukan perubahan layaknya semangat reformasi melalui praktik politik yang baik.”
Hakikatnya, politik merupakan suatu keharusan bagi setiap orang dan akan berdampak baik bagi sebuah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab politik bisa diartikan positif sebagai suatu tindakan pengambilan keputusan untuk dan demi kesejahteraan bersama. Politik disini dilihat sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan bersama, bukan kepentingan pribadi, keluarga, ataupun partai.

Pelaku politik bukan hanya mendasarkan pertimbangannya pada logika hukum, analisa, tetapi jugaharus mempertimbangkan hati nurani manusiawi. Hati nurani seringkali disingkirkan dalam praktik politik, bahkan dibuang jauh-jauh, dianggap tidak ada. Politik semestinya menjadi politik hati nurani. Keputusan politik kehilangan rohnya, saat hati nurani ditinggalkan. Keputusan-keputusannya kerap jauh dari aspirasi masyarakat dan tidak menyentuh kesejahteraan bersama.

Pemerintah melalui Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan, mengamanatkan bahwa pemuda (16–30 tahun) mempunyai peran aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional, dengan memiliki semangat juang, sifat kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis, reformis, dan wawasan jauh kedepan. Hal ini harus diimplementasikan secara nyata.

Pemerintah memberikan ruang gerak pemuda, artinya pelayanan kepemudaan berbasis UU Kepemudaan. Eksistensi pemuda ditentukan oleh kararter, kapasitas, dan mental yang dimilikinya. Yang memiliki kararter kuat dan ulet, memiliki kapasitas/kompetensi/keterampilan, keahlian, memiliki mental yang tangguh, “tahan banting”, maka dialah sesungguhnya yang menjadikan pemuda sebagai bangsa yang bermartabat yang mampu bersaing dan disegani oleh bangsa-bangsa lain.

Untuk itu, Nawacita harus diwujudkan bersama seluruh elemen focus untuk bangsa dan Negara. Termasuk pemantapan Nasionalisme pemuda sebagai masyarakat bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, kesamaan wilayah, kesamaan cita-cita dan tujuan dalam pembangunan, menjaga harga diri sebagai bangsa yang besar, yang merdeka, yang berdaulat ditanah tumpah darahnya sendiri menjadi penting. Dengan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, semboyan Bhineka Tunggal Ika, untuk menjaga keutuhan NKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta untuk selalu menjaga keutuhan bangsa dan Negara.

kinoy jackson