Japfa 3rd ASEAN Chess Championship 2015

Pecatur Indonesia Sulit Raih Norma Grand Master

Sabtu, 26 Desember 2015

DEKANDIDAT.COM – Peluang dua pecatur muda Indonesia meraih gelar norma grand master di Japfa 3rd ASEAN Chess Championship 2015 kandas setelah hingga babak ke-6 masih terseo-seok di papan tengah.

Hingga babak ke-6 dari 11 babak yang dimainkan, Sean Cuhendi (2417) harus puas berada di peringkat ke-7 dengan 3 poin kemenangan.

Posisi pertama di kelas Open Putra ditempati pecatur Malaysia, Yeoh Li Tian (2350) dengan 4 poin kemenangan.

Sementara Chelsie (2224) yang baru saja menjuarai Kejurnas 2015 berada di posisi ke-4 dengan meraih 3,5 poin.

Peringkat pertama di Open Wanita, posisi pertama ditempati WMF Mendoza Shania Mae (2091) dari Filipina dengan meraih 5 poin kemenangan.

“Peluang pecatur Indonesia sangat berat untuk meraih norma grand master,” kata Chief Arbiter Japfa 3rd ASEAN Chess Championship 2015, Bunawan, Sabtu (26/12) petang, di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA), Bekasi, Jabar.

Bunawan memprediksikan pecatur muda Indonesia, Yoseph Theolifus Taher (2229) bakal meraih 6 poin.

Pecatur lain yang diprediksikan meraih norma IM adalah Yeoh Li Tian dari Malaysia (6), dan Nguyen Ank Hoi dari Vietnam (6).

“Sementara, peluang pecatur Indonesia untuk meraih norma Grand Master sangat berat.”

Menurutnya, pecatur yang berpeluang meraih norma grand master adalah FM Yeoh Li Tian (7), IM Bersamina Paulo dari Filipina (7), IM Garcia Jan Emmanuel (7), dan IM Wynn Zaw Hitun (7).

“Mental pecatur Indonesia masih naik turun, sehingga sulit memenangan pertandingan,” tambah Bunawan.

kinoy jackson