Luhut Panjaitan Dinilai Paling Cocok

LSI Bilang, Kabinet Jokowi Membutuhkan Seorang Menteri Utama

Kamis, 29 Oktober 2015

DEKANDIDAT.COM – Agar kinerja pemerintahan Jokowi makin baik, mayoritas publik (64,63 persen) mengusulkan diangkatnya seorang menteri utama di Kabinet Kerja. Pilihan Publik untuk Menteri Utama, jatuh pada sosok Luhut Binsar Panjaitan.

Demikian hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis Kamis (29/10) siang, di kantornya, Gedung Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur.

“Mayoritas publik yaitu sebanyak 64.63 % menyatakan bahwa Jokowi memerlukan sejenis menteri utama agar kinerja pemerintahan lebih baik paska setahun pemerintahan. Yang dimaksud dengan menteri utama disini adalah orang yang dipercaya Jokowi untuk membantunya mengelola pemerintahan atau menjadi operator pemerintahan,” demikian dikatakan peneliti LSI Denny JA, Dewi Harum, kepada wartawan.

Publik merespon positif isu menteri utama karena alasan peningkatan kinerja pemerintahan. Meskipun secara hukum ketatanegaraan, menteri utama masih
debatable, namun survei ini menunjukan bahwa publik melegitimasi jabatan itu sebagai solusi memperkuat pemerintahan. Hanya sebesar 31.71 % publik yang menyatakan tidak setuju dengan adanya menteri utama tersebut.

Demikian salah satu temuan survei Lingkaran Survei Indonesia – Denny JA. LSI Denny JA kembali mengadakan survei khusus paska setahun pemerintahan Jokowi-JK.

Survei ini dilakukan melalui quick poll pada tanggal 25 – 27 Oktober 2015. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 600 responden dan margin of error sebesar +/- 4,0 %. Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia. Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview yang didanai sendiri oleh LSI Denny JA.

Dukungan terhadap keberadaan menteri utama merata di semua segmen masyarakat. Baik mereka yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan. Mereka yang berpendidikan rendah maupun berpendidikan tinggi. Mereka yang “wong cilik” maupun yang berekonomi mapan juga mendukung adanya menteri utama dalam Kabinet Jokowi paska setahun pemerintahan.

Namun demikian, mereka yang pria, tinggal di perkotaan, berpendidikan tinggi, ekonomi menengah atas, lebih tinggi tingkat dukungannya terhadap keberadaan menteri utama ini. Hal ini merupakan kondisi yang wajar karena segmen-segmen ini biasasanya lebih concern dengan isu politik dan pemerintahan.

Adapun alasan yang mendasari dukungan publik terhadap wacana Menteri Utama tersebut antara lain, merosotnya kepuasaan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi di tahun pertamanya. Dalam 5 bidang kehidupan yang ditanyakan ke responden, terdapat 4 (empat) rapor merah Jokowi (rata-rata kepuasaan dibawah 50 %), dan hanya 1 (satu) rapor biru (kepuasaan diatas 50 %). Empat rapor merah tersebut adalah antara lain di bidang ekonomi, hukum, politik, dan sosial. Sedangkan rapor birunya adalah di bidang keamanan.

“Mereka yang puas di bidang ekonomi hanya sebesar 29.79 %. Mereka yang puas terhadap kinerja Jokowi di bidang hukum hanya sebesar 47.22 %. Mereka yang puas terhadap kinerja Jokowi di bidang politik hanya sebesar 43.75 %. Mereka yang puas terhadap kinerja Jokowi bidang sosial hanya sebesar 48.39 %. Mereka yang puasterhadap kinerja Jokowi bidang keamanan sebesar 53.85 %.”

Selain itu, memburuknya citra parpol pendukung (KIH). Di antaranya dijadikannya Sekjen Partai NasDem, Patrice Rio Capella sebagai tersangka korupsi, OC Kaligis (NasDem) juga menjadi alasan lainnya.

“Belum solidnya kementerian yang dipimpin Jokowi, sering terjadi kericuhan secara terbuka di antara anggota kabinet serta penanganan masalah yang bertele-tele seperti penanganan kabut asap di berbagai daerah membuat publik mengusulkan Jokowi menunjuk Menteri Utama.”

Lalu siapakah yang layak dipilih sebagai Menteri Utama? Berdasarkan survei LSI Denny JA?

Dari seluruh menteri yang ada di Kabinet Jokowi, nama Luhut Panjaitan terpilih sebagai sosok yang paling tepat menjadi Menteri Utama.

“Mayoritas Publik, sebanyak 52,30 persen memilih Luhut Panjaitan sebagai Menteri Utama. Dia bahkan mengalahkan JK yang hanya meraoh 14,30 persen suara. Sedangkan Rizal Ramli yang langsung vokal saat diangkat menjadi menteri, cuma kebagian 8,70 persen suara,” tambah Dewi Harum.

kinoy jackson