Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-87 di Tanjung Pinang

Menpora Ingin Mengenang Jasa Pujangga Kenamaan Raja Ali haji

Rabu, 28 Oktober 2015

DEKANDIDAT.COM – Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-87 dipusatkan di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (28/10). Banyak alasan mengapa Tanjung Pinang dipilih menjadi tuan rumah Puncak HSP. Ternyata Menpora Imam Nahrawi ingin mengenang jasa Raja Ali Haji.

Hal ini bisa dirasakan di akhir sambutannya. Menpora yang belakangan hobi berpantung, mengutip bait ke-9 dari Gurindam 12 yang disusun oleh Raja Ali Haji, cucu Kasultanan Lingga Riau yang juga ulama, pujangga dan satrawan melayu abad ke-19 yang makamnya berada di Pulau Penyengat, tak jauh dari tempat upacara Puncak peringatan HSP.

Raja Ali Haji juga dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa; buku yang menjadi standar bahasa Melayu. Bahasa Melayu standar itulah yang dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia.

“Beliau juga Pahlawan Nasional sekaligus ulama Islam Nusantara” ujar Menpora Imam Nahrawi saat memimpin Puncak Peringatan HSP ke-87 di Halaman Gedung Daerah, Tanjung Pinang, Rabu (28/10).

Gurindam 12 ditulis oleh Raja Ali Haji pada Tahun 1847 di Pulau Penyengat. Menurut legenda, pulau ini di hadirkan sebagai mas kawin Sultan Mahmud Mahrum Besar, Sultan Riau-Lingga pada priode 1761-1812 M kepada Engku Putri Raja Hamidah.

Gurindam 12 berisi 12 bait puisi Melayu klasik yang berisi pesan-pesan moral ke-Tuhanan. Nah, di Bait ke-9 yang dikutip Menpora memuat pesan khusus tentang anak muda. Mulai soal pergaulan anak muda hingga anjuran untuk terus belajar mendewasakan diri.

“Kebanyakan orang yang muda-muda Disitulah syaitan tempat menggoda, Jika orang muda kuat berguru, Dengan syaitan jadi berseteru” kutip Menpora dalam pidatonya.

Pada kesempatan ini, Menpora Imam Nahrawi juga direncanakan berziarah ke makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat.

kinoy jackson