Seminar Nasional Kaukus Muda Indonesia

DPR Bilang, Perbankan di Tanah Air Belum Siap Hadapi MEA

Selasa, 22 September 2015

DEKANDIDAT.COM – Dengan kondisi perbankan di Tanah Air yang masih seperti sekarang, DPR melihat Indonesia belum siap menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015.

Hal demikian dikatakan Ketua Panja RUU Perbankan Komisi XI DPR-RI, Gus Irawan Pasaribu, Selasa (22/9) siang, di Flores Room Hotel Borobudur Jakarta, pada Seminar Nasional Kaukus Muda Indonesia (KMI) bertajuk Perbankan Indonesia Menjelang MEA: Di Tengah Pembahasan RUU Perbankan.

“Perbankan Indonesia belum siap menghadapi MEA. Kita bisa lihat dari suku bunga bank di negara ASEAN lain sekitar 2-4 persen, sementara suku bunga di Indonesia masih 5-12 persen,” ujarnya.

Dia melihat ada yang keliru di Perbankan Indonesia. Pasalnya yang terjadi di Tanah Air, orang kecil yang justru membantu pengusaha besar melalui tabungannya.

Berdasarkan hasil temuannya, jika seluruh bank di Indonesia asetnya disatukan, maka jumlahnya hanya sebanding dengan aset satu DBS di Singapura.

“Ini sungguh memprihatinkan. Ratusan bank di Indonesia, jika disatukan, besarnya sama dengan DBS di Singapura. Padahal nasabah DBS, banyak dari Indonesia.”

Hal senada dikatakan Corporate Secretary Bank Mandiri, Rowan Hafas. Jika tetap dipaksakan, Perbankan Indonesia akan tergopoh-gopoh dan membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menghadapi MEA.

Namun tak demikian halnya dengan anggota BPK, Achsanul Qosasi. Dia justru sangat optimis perbankan nasional akan mampu menghadapi MEA.

“Saat ini kita memang sedang mengupayakan Revisi UU Perbankan. Namun dengan Indonesia sebagai tuan rumah di negaranya sendiri, perbankan nasional sudah siap menghadapi MEA,” tegasnya.

“Yang justru dikhawatirkan adalah kesiapan industri di Tanah Air. Kalau perbankannya tak masalah, kita siap. Industrinya yang harus benar-benar disiapkan untuk menghadapi MEA,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KMI, Edi Humaidi mengatakan, seminar kali ini terselenggara atas kerjasama KMI dengan Bank Mandiri dan OJK.

kinoy jackson