Minta Bantuan Wartawan Olahraga

Kemenpora Kesulitan Damaikan Perseteruan KOI dengan KONI

Sabtu, 12 September 2015

DEKANDIDAT.COM – Meskipun sudah ada Peraturan Pemerintah (Permen), olahraga di Tanah Air sulit berkembang karena masih terjadinya konflik antara pimpinan Komite Olahraga Indonesia (KOI) dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Hal demikian dikatakan Asdep Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Dodi Iswandi, saat tampil sebagai pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Staf Khusus Kemenpora Bidang Olahraga bertajuk ‘Kontribusi Media Massa Terhadap Reformasi Olahraga di Indonesia’, Sabtu (12/9), di Twin Hotel, Jakarta.

“Saya pribadi melihat, konflik yang terjadi antara KOI dan KONI adalah antara pimpinannya saja. Bukan institusinya. Ini tak boleh terjadi. Kalau kondisi ini terus terjadi, olahraga Indonesia tak akan maju,” tegasnya.

“KOI dan KONI sejauh ini hanya rebutan makanan. Yang satu makan ini, yang lain makan ini. Padahal Permennya sudah ada,” tukasnya.

“Sampai saat ini kami belum memperoleh mandat dari Pak Menteri untuk menyelesaikan persoalan ini.”

Diakuinya sangat sulit untuk menyatukan KOI dan KONI untuk bersatu.

“Salah satu cara menyatukan KOI dan KONI adalah dengan merubah UU SKN. Dalam UU tersebut KOI dan KONI, dipisahkan. Padahal sebelum ada UU SKN, institusi olahraga di Indonesia hanya KONI. Tapi ini memerlukan waktu yang cukup lama,” ujarnya.

Karenanya pihak Kemenpora meminta bantuan kepada kalangan pers untuk ikut membantu mendamaikan konflik KOI-KONI.

“Kami berharap wartawan bisa ikut membantu mendamaikan konflik KOI dengan KONI. Kalau wartawan memiliki formula untuk mendamaikan konflik KOI dengan KONI, bisa disampaikan ke Kemenpora,” tandasnya.

Menyikapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan media masaa terhadap Menpora Imam Nahrawi, Dodi menyatakan bahwa pihak Kemenpora lebih kami bersikap diam.

“Kemenpora tak mau langsung menanggapi serangan tersebut. Kami lebih baik memilih diam. Kecuali kalau kita memiliki media massa seperti televisi. Mungkin kita bisa menangkis serangan dengan media televisi,” imbuhnya dengan nada bergurau.

Sementara itu pada diskusi sesi kedua, tampil sebagai pembicara Raja Ockto Ervian dari KONI DKI Jakarta dan Kabag Humas Kemenpora, Syamsudin.

kinoy jackson