Gus Sholah Minta Tak Ada Pecat Memecat di NU

Jumat, 7 Agustus 2015

DEKANDIDAT.COM – Meskipun gagal memimpin PBNU, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid, tak ingin NU terpecah. Dia juga tak setujut jika terjadi insiden pecat-memecat menyusul perbedaan di organisasi ini, setelah berakhirnya Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jatim, Kamis.

“Harapannya konflik bisa diselesaikan dengan baik, tidak ada pecat memecat,” kata KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah), di Jombang.

Ia mengaku kecewa dengan proses Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jombang ini. Ia ingat betul kejadian ini hampir mirip dengan Muktamar ke-29 NU yang digelar di Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 1-5 Desember 1994.

Saat itu, terjadi konflik. Gus Dur terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dalam muktamar itu, dan salah satu puncaknya adalah pembentukan PBNU tandingan oleh Abu Hasan, yang kalah dalam pemilihan Ketua Umum.

Abu Hasan akhirnya memproklamasikan berdirinya Koordinasi Pengurus Pusat NU (KPP-NU), yang strukturnya dibuat identik dengan PBNU. Abu Hasan juga duduk sebagai Ketua Tanfidziyah. Sejumlah nama tokoh dicatut, di antaranya almarhum KH Zainuddin MZ.

Gus Sholah mengaku tidak ingin insiden Muktamar di Cipasung itu juga terjadi pada Muktamar ke-33 NU di Jombang ini. Untuk itu, saat sejumlah pengurus wilayah nahdlatul ulama (PWNU) serta pengurus besar nahdlatul ulama (PBNU) memintanya untuk dilakukan muktamar tandingan, ia menolak.

“Saya tidak setuju, Pak Hasyim juga tidak setuju. Saya tidak larang, cuma memberi saran,” katanya menanggapi terkait wacana muktamar tandingan.

Akibat perbedaan pendapat tersebut, ratusan muktamirin sempat berkumpul di PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, yang merupakan salah satu lokasi tempat tinggal peserta muktamar. Mereka menolak hasil Muktamar Ke-33 NU.

Selain itu, mereka juga menggugat PBNU periode 2010-2015, karena dinilai melanggar AD/ART dan melakukan berbagai rekayasa dalam Muktamar ke-33 NU serta mengabaikan “ahlakul karimah” dalam pelaksanaan muktamar.

kinoy jackson