Pemuda Harus Jadi Benteng Kerukunan Beragama

Jumat, 24 Juli 2015

DEKANDIDAT.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) meminta para pemuda di Papua dan di seluruh Tanah Air turut menjaga perdamaian dan kerukunan antar umat beragama. Mereka juga harus dapat memberikan pemahaman, kewaspadaaan dan mengajak masyarakat agar tidak terpancing oleh berbagai bentuk provokasi yang berpotensi merusak kerukunan umat beragama pasca insiden pembakaran tempat ibadah di Tolikara (Papua) dan adanya romor ancaman balasan pembakaran tempat ibadah di daerah lain.

“Para pemuda baik di Papua dan di seluruh Tanah Air, jangan sampai terpancing dengan insiden di Tolikara.  Lebih dari itu, pemuda harus bisa menjaga dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga perdamaian dan kerukunan umat beragama. Situasi di Tolikara saat ini sudah mulai kondusif, dan kita percaya insiden di daerah itu akan bisa diselesaikan dengan baik dengan dipercayakan sepenuhnya kepada penegak hukum. Demikian juga insiden pembakaran pintu Gereja di Bantul yang harus dikecam dan sudah ditangani aparat penegak hukum,” ujar Cak Imam, panggilan akrab Imam Nahrawi.

Terutama kepada para pemuda yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) berbasis keagamaan, Menpora juga meminta agar mereka mendampingi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat di daerahnya masing-masing untuk mewaspadai adanya upaya provokasi yang bisa merusak kerukunan beragama. Nilai-nilai Pancasila dan prinsip Bhineka Tunggal Ika dan pluralisme beragama, harus terus dipelihara dan dijalankan dalam kehidupan-sehari-hari.

“Toleransi antar umat beragama yang sudah terbangun lama di Indonesia, harus dijaga. Paham radikalisme dan anarksime harus dicegah. Kesadaran akan persatuan dan Bhineka Tunggal Ika mesti terus ditanamkan. Dalam konteks ini, pemuda mempunyai peranan penting dalam mengawal, menegakkan dan menyebarkannya kepada masyarakat,” tambah tokoh PKB ini.

Menpora mengingatkan bahwa isu SARA sangat sensitif dan berpotensi menyebabkan instabilitas bangsa dan negara. Untuk itu, pemuda harus masuk barisan dan menjadi benteng terdepan dalam memelihara kerukunan umat beragama dan keanekaragaman budaya bangsa.

“Para pemuda tentu dapat belajar dari pengalaman sejarah bahwa rusaknya perdamaian sosial dan kerukunan umat akan berdampak negatif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga mereka, bersama-sama tokoh agama dan masyarakat, harus dapat mewaspadai dan menghentikan upaya-upaya pihak tertentu yang ingin memancing di air keruh dan menebarkan kebencian diantara sesama umat beragama dan anak bangsa,” tutur Menteri asal Bangkalan, Madura ini.

Khusus kepada para Pemuda Papua, Menpora juga meminta agar mereka bisa membantu dan mengawal langkah cepat yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam membantu korban pembakaran tempat ibadah di Tolikara. Juga membantu mempercepat rekonsiliasi agar hubungan antar umat beragama di daerah tersebut kembali harmonis.

MuhaJir