Gawat, KPK Minta Gubernur Sumut dan OC Kaligis Dicekal

Senin, 13 Juli 2015

DEKANDIDAT.COM – Buntut dari oeprasi tangkap tangan (OTT) terhadap Hakim TUN Medan, KPK meminta Dirjen Imigrasi mencekal Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan pengacara OC Kaligis.

“Memang ada cegah untuk sekitar enam orang untuk kasus terkait OTT Hakim PTUN Medan. Setahu saya ada dua nama itu (Gatot dan Kaligis),” kata pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji, Senin.

Dijelaskan, KPK juga melakukan pencegahan kepada istri Gatot bernama Evy.

“Kami memerlukan pendalaman keterkaitan antara layer atas dari pemberi kuasa dan penerima kuasa,” tambahnya.

Menurut Indriyanto, tidak mungkin M Yagari Bhastara Guntur alias Gerry yang ikut ditangkap bersama hakim PTUN bermain sendirian dalam kasus ini. Gerry merupakan pengacara dari kantor hukum milik OC Kaligis.

Ia menduga ada pihak lain yang memberi kuasa kepada Gerry untuk melakukan dugaan tindak pidana tersebut.

“Karena logika dan fakta sementara, agak tidak mungkin seorang Gerry yang memiliki uang suap tersebut,” tegasnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Selain Gerry, KPK menetapkan Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, hakim Amir Fauzi, hakim Dermawan Ginting, dan panitera sekretaris Syamsir Yusfan.

Penyuapan itu diduga terkait kasus sengketa antara pemohon mantan Ketua Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemprov Sumut Fuad Lubis dan termohon Kejaksaan Tinggi Sumut.

Dalam putusannya pada Selasa, majelis hakim PTUN yang dipimpin Tripeni dengan anggota Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting menyatakan, ada unsur penyalahgunaan wewenang dalam keputusan Kejaksaan Tinggi Sumut pada 31 Maret 2015 soal permintaan keterangan terhadap Fuad Lubis. Gerry diduga memberikan uang suap kepada tiga hakim PTUN Medan tersebut.

Diduga pengacara yang menyuap hakim PTUN Medan ini berkomitmen memberikan uang suap hingga 30.000 dollar AS.

OC Kaligis sebelumnya mengakui bahwa Gerry adalah anak buahnya di kantor OC Kaligis & Associates. Namun, OC mengaku tidak tahu-menahu soal uang yang diduga diberikan Gerry kepada majelis hakim di PTUN di Medan.

kinoy jackson