Kata Menpora, Saatnya Pemuda Asia-Afrika Jadi Pioner Dunia

Selasa, 21 April 2015

DEKANDIDAT.COM – Menpora Imam Nahrawi berharap, Konferensi Pemuda Asia Afrika ini harus bisa merumuskan gagasan-gagasan besar dan sudah saatnya pemuda Asia-Afrika menjadi pioner dalam tatanan dunia internasional.

“Konferensi Pemuda Asia Afrika ini harus bisa merumuskan gagasan-gagasan besar, Pemuda Asia Afrika mampu untu memberikan kontribusi dan sudah saatnya menjadi pioner dalam tatanan dunia internasional,” ujar Menpora saat membuka New Asia Afrika Youth Conference Plus 2015 di Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4).

Ditegaskan, New Asia Afrika Youth Conference Plus 2015 ini juga harus memberikan rekomendasi kongkrit atas persoalan-persoalan nasional, regional dan internasional.

“Sehingga saya bisa menyampaikan asprirasi-aspirasi kalian ke forum yang lebih luas,” tambah politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Saat berada di Bandung, Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Yuni Poerwanti.

Menpora juga menyampaikan bahwa saat ini, Indonesia juga sedang menghadap berbagai krisis yang juga hinggap di kalangan pemuda. Seperti krisis moral dan penyalahgunaan narkoba.

“Karena narkoba semakin merajalela, Presiden Jokowi pun dengan tegas tidak akan memberi ampunan dalam pemberian hukuman mati bagi penjahat narkoba. Negara-negara lain harus memahami kondisi ini,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Panita New Asia Afrika Youth Conference Plus 2015, Sarief Saepullah menjelaskan, New Asia Afrika Youth Conference Plus akan digelar selama tiga hari, 20 sampai 22 April 2015.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pemuda dari 43 negara Asia dan Afrika serta perwakilan dari Amerika dan Australia, serta ratusan perwakilan organisasi kepemudaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia,” kata Arief yang juga Ketua Dewan Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.

Sedangkan President Organizing Islamic Comitee Youth Indonesia, Taufiq Lubis menyatakan, dalam Konferensi ini para pemuda Asia-Afrika akan mendeklarasikan persatuan pemuda Asia Afrika.
“Konferensi ini tidak boleh sekedar seremonial atau memunculkan sesuatu yang kemudian tenggelam. Kita perlu mewujudkan organisasi yang establish, untuk menindaklanjuti gagasan-gagasan dan rekomendasi,” jelasnya.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Yuni Poerwanti menjelaskan, pada New Asia Afrika Youth Conference Plus akan dibahas berbagai tantangan kaum muda baik di tingkat nasional, regional mapun internasional.

“Seperti kepemimpinan pemuda dalam tantangan global, meningkatkan kemampuan entepreneurship, juga mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi dunia,” jelas Yuni.

kinoy jackson