Kendati Lamban, Publik Dukung Jokowi Batalkan Pelantikkan Komjen BG

Selasa, 24 Februari 2015

DEKANDIDAT.COM – Kendati dinilai lamban dan sempat mendapat perlawanan dari PDIP, namun keputusan Jokowi membatalkan melantik Komjen Budi Gunawan mendapat dukungan mayoritas dari publik, sebesar 70,29 persen. Hanya 18,03 persen publik yang tak setuju dengan keputusan Jokowi tersebut.

“Mayoritas publik, sebesar 70,29 persen, setuju dengan langkah Presiden Jokowi tak melantik Komjen BG sebagai Kapolri,” kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar, saat memaparkan hasil survei terkini lembaga surveinya yang mengangkat tajuk ‘Kondisi Hukum Setelah Kasus BG’, Selasa (24/2) siang, di kantor LSI, Gedung Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur.

Namun meskipun mengapresiasi keputusan Jokowi membatalkan pelantikan Komjen BG sebagai Kapolri, namun mayoritas publik semakin prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia.

“Sebesar 66,89 persen publik menyatak kondisi hukum di Tanah Air makin memprihatinkan akhir-akhir ini. Hanya 3,97 persen publik yang nenyataka kondisi hukum di Indonesia makin baik,” tambah Rully.

Dari hasil riset kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan LSI, ada empat hal yang membuat  publik prihatin  terhadap kondisi hukum di Tanah Air.

“Pertama, publik percaya ada pelemahan KPK. Angkanya mencapai 75,37 persen publik yang melihat pelemakan tersebut,” ujarnya.

Kedua, publik menilai institusi Polri merosot dengan ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK.

“Publik menilai Jokowi lamban dalam menangani polemik KPK vs Polri. Sebanyak 55,65 persen publik menilai Jokowi lamban.”

Terakhir, publik kecewa dengan sikap Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang tetap ngotot menginginkan Komjen Budi Gunawan dilantik sebagai Kapolri.

“Sebanyak 73,17 persen publik menyayangkan sikap KIH yang menginginkan Komjen Budi Gunawan tetap dilantik sebagai Kapolri,” tukasnya.

Temuan penting survei LSI adalah, sebanyak 77, 50 persen publik khawatir korupsi bakal merajalela jika KPK dilemahkan seperti yang terjadi saat ini.

Survei dilakukan 20-22 Februari dengan metode quicpoll, melibatkan 1.200 responden dari 33 provinsi di Tanah Air, margin error +/- 2,9 persen.

kinoy jackson