Kata Bambang Soesatyo, Penyelesaian Konflik Lewat Mahkamah Partai Sudah Terlambat

Rabu, 11 Februari 2015

DEKANDIDAT.COM – Ternyata tak semua kader Golkar setuju pemilihan konflik internal partainya diselesaikan melalui Mahkamah Partai. Alasannya penyelesaian perselisihan melalui Mahkamah dinilai sudah terlambat. Demikian dikatakan Bendahara Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo.

“Mahkamah Partai sudah pernah mengeluarkan rekomendasi untuk penyelesaian perselisihan Partai Golkar pada Desember 2014, tapi waktu itu Partai Golkar kubu Ancol menuding Mahkamah Partai tidak netral,” kata Bambang Soesatyo, di Jakarta.

Menurut dia, setelah putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (3/2), Partai Golkar hasil Munas Ancol Jakarta, bersikeras ingin agar dilakukan penyelesaian melalui Mahkamah Partai.

Sedangkan, Partai Golkar hasil Munas Bali, menurut dia, belum memutuskan apakah akan hadir atau tidak pada sidang yang akan diselenggarakan Mahkamah Partai di Jakarta, Rabu (11/2), karena proses persidangan di PN Jakarta Barat, masih berlangsung.

Gugatan melalui PN Jakarta Barat diajukan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie.

“Bagi kami, putusan PN Jakpus yang menolak memproses gugatan kubu Agung Laksono dan mengembalikannya ke Mahkamah Partai, sebenarnya cukup memberi sinyal bahwa kedudukan hukum kelompok penyelamat partai itu tidak jelas,” katanya.

Setelah adanya putusan PN Jakarta Pusat, kata dia, Partai Golkar hasil Munas Ancol Jakarta ingin membawa kembali persoalan ini ke Mahkamah Partai yang sebelumnya dituding tidak netral.

Anggota Komisi III DPR RI memperkirakan, siapapun yang dikalahkan pada sidang di Mahkamah Partai nanti, pasti akan menuding Mahkamah Partai tidak netral.

“Apalagi ketuanya adalah Prof Muladi yang mendukung Munas Bali. Jadi, pasti kusut lagi,” ujarnya.

Bambang menegaskan, perselisihan Partai Golkar ini lebih baik dituntaskan di pengadilan, apalagi proses persidangan di PN Jakarta Barat sedang berjalan, dan hanya menunggu beberapa minggu lagi saja.

Jika Partai Golkar hasil Munas Ancol Jakarta merasa lebih benar, menurut Bambang, kenapa takut pada penyelesaian perselisihan melalui pengadilan.

kinoy jackson