Menurut Pengamat, Tudingan Jokowi Sengaja Dijauhkan dari PDIP, Tak Terbukti

Jumat, 6 Februari 2015

DEKANDIDAT.COM – Tudingan politisi PDI Perjuangan, Masinton, yang mensinyalir ada pihak tertentu yang ingin menjauhkan Presiden Jokowi dengan ‘Partai Moncong Putih’, dinilai sama sekali tak terbukti. Hal demikian dikatakan pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto.

“Saya kira justru tidak ada upaya sedikitpun untuk menjauhkan Pak Jokowi, tapi justru karena keinginan kepentingan tertentu dari PDIP bersama Nasdem yang mungkin tidak bisa diakomodasi oleh presiden, itu justru yang membuat adanya kerenggangan hubungan komunikasi,” kata Nico, Jumat.

Sebelumnya politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, menuding pihak Istana sengaja ingin menjauhkan Presiden Jokowi dari parpol yang mengusungnya saat Pilpres, PDI Perjuangan. Namun tudingan juga dibantah oleh pihak Istana.

Nico mengatakan ada beberapa hal yang tidak mencapai titik temu antara PDIP bersama Nasdem dengan Jokowi, terutama dalam pelantikan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Bagi Jokowi, melalui nawacitanya ingin mewujudkan pemerintahan bersih bebas korupsi, pemerintah tidak akan mengangkat pejabat yang memiliki status tersangka. Sedangkan bagi PDIP dan Nasdem terlihat sekali masih ingin supaya proses tata negara dihormati dan tetap dilantik,” tambahnya.

Akibatnya terjadi kerenggangan komunikasi antara Jokowi dengan PDIP dan Nasdem. Di sisi lain partai-partai oposisi terlihat mendukung Jokowi apapun keputusan yang akan diambil.

“Sekarang terjadi abnormalitas politik, di mana partai-partai pemerintah terlihat galak sekali kepada presiden sementara partai-partai oposisi, justru malah lebih ramah dan cenderung sangat supportif terhadap apapun yang akan diputuskan presiden,” lanjutnya.

Hal itu mengindikasikan memang ada permasalahan serius terhadap KIH atau koalisi yang mendukung pemerintahan Jokowi terkait calon Kapolri Budi Gunawan.

“Ini tentu harus diselesaikan karena kohesi koalisi itu akan sangat mempengaruhi kinerja pemerintahan Jokowi-JK,” jelasnya.

kinoy jackson