Pengaturan Tata Ruang Yang ‘Semau Gue’, Bikin Jakarta Selalu Kebanjiran

Sabtu, 31 Januari 2015

DEKANDIDAT.COM – Gonjang-ganjing soal tata ruang di Jakarta, Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) mengusulkan, seharusnya pengaturan tata ruang tetap dikendalikan oleh pemerintah dan bukan diserahkan kepada pemilik modal. Pasalnya, dngan pengaturan tata ruang yang ‘semau gue’, Jakarta selalu kebanjiran.

“Kalau tak mau rakyat kecil menjadi korban, selalu kebanjiran setiap hujan turun, pengaturan tata ruang harus tetap dikendalikan oleh negara, bukan diserahkan begitu saja kepada pemilik modal,” tegas Ketua Federasi LEM Sarbumusi, Mustika Ali Sani dalam Forum Grup Discusion yang diselenggarakan Pemerhati Tata Kota dan Lingkungan (Petakoling), di Jakarta.

Dia mencontohkan, akibat pengaturan tata ruang diserahkan kepada pemilik modal, pembangunan apartemen atau mal yang  ‘semau gue’, Jakarta selalu kebanjiran setiap kali turun hujan.

“Mengapa ini bisa terjadi, banjir selalu melanda Jakarta? Karena Jakarta tak memiliki daerah resapan air, akibat dari pembangunan apartemen dan mal yang serampangan,” tambahnya.

Kalau kodisinya begini, Sarbumusi sangat meyakini kalau Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), bakal tak akan melanjutkan kebijakan RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) yang semacam itu.

Sementara pembicara lainnya Bob Arun Randilawe (studi Lingkungan UI), sepakat jika alih fungsi yang dilakukan tidak boleh melanggar aturan yang berakibat rusaknya lingkungan.

“Memang kita menyadari Pemda DKI juga membutuhkan income. Akan tetapi jangan sampai kebijakan soal tata ruang tersebut akhirnya mengirbankan kepentingan raykat,” ujar Bob.

Kalau Jakarta nyaman, aman, dan melayani dengan baik, investor pasti akan memilih Jakarta sebagai ‘home base’ utama aktifitas bisnis mereka. Bahkan yang berskala dunia,” imbuhnya meyakini.

“Di samping itu, Pema DKI harus siap dan fair memposisikan Jakarta yang berpihak pada tiga kepentingan, yakni sebagai ibukota provinsi, ibukota negara, dan kota internasional.”

Pembicara lain yang tampil pada FGD kali ini adalah Murni Khuarizmi (Arsitek UI), Albert (Notaris, kandidat doktor IPB), Abertin (ekonom), Agus Surya (pelaku usaha), dan Y Abdi (peneliti UGM).

kinoy jackson