Mimpi Menpora, Ingin Melihat Sebanyak Mungkin Atlet Indonesia Tampil di Olimpiade

Senin, 26 Januari 2015

DEKANDIDAT.COM - Sejumlah mantan atlet berprestasi  Indonesia di ajang internasional yang tergabung dalam Indonesia Olympic Asosiation (OIA), curhat ke Menpora Imam Nahrawi, terkait berbagai kecurangan negara penyelenggara SEA Games 2015 (Singapura), Senin (26/1) siang, di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.

“Untuk SEA Games 2015 di Singapura, tuan rumah ingin menjadi juara umum dengan menghalalkan segala cara, misalnya membuat berbagai peraturan di semua cabang olahraga yang hanya menguntungkan mereka,” kata mantan atlet andalan tenis meja, Anton Suseno.

Dia mencontohkan, untuk cabang tenis meja, Singapura membuat peraturan yang memungkinkan 7 medali emas diraih mereka melaui pemain naturalisasi asal Cina.

“Kalau Indonesia memiliki tim negosiasi yang handal, mustahil Singapura bisa mengatur seperti itu. Karena kalau Indonesia bisa merangkul negara lain, Singapura tak bisa berbuat sewenang-wenang. Tapi pada kenyataannya, Indonesia kalah dalam hal negosiasi.”

Menanggapi curhatan para mantan atlet ini, Imam Nahrawi pasrah pada pelaksanaan SEA Games 2015.

“Untuk SEA Games 2015, kita jalanin saja, karena waktunya mepet. Sebaiknya kita memfokuskan diri pada Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia,” ujar Menpora.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga membuka tangan lebar-lebar terhadap para mantan atlet yang menawarkan dirinya sebagai motivator terhadap atlet junior.

Menpora juga sangat menyadari berbagai kendala yang hingga saat ini masih dihadapi oleh dunia keolahragaan di Tanah Air.

“Mimpi saya, atlet Indonesia nantinya sebanyak mungkin bisa tampil di Olimpiade. Oleh karena itu, saya berharap bantuan dari para mantan atlet seperti kalian untuk menjadi motivator para atlet junior,” tukasnya.

Para mantan atlet yang menemui Menpora adalah Taufik Hidayat (bulutangkis), Anton Suseno (tenis meja), Lukman Niode (renang), dan Krisna Bayu (Judo).

Hadir juga pada kesempatan itu, mantan pelari tercepat Indonesia, Suryo Agung Wibowo, Deputi IV Kemenpora, Ir Djoko Pekik Irianto, dan Staf Ahli Kemenpora, Tunas Dwidharto.

kinoy jackson