Ciptakan Sepakbola Bersih, Kemenpora Akan Bikin MoU Dengan PPATK dan Polri

Selasa, 13 Januari 2015

DEKANDIDAT.COM – Untuk menciptakan persepakbolaan di Tanah Air ‘bersih’, tak ada mafia sepakbola, Tim Sembilan dalam waktu dekat akan melakukan MoU dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Polri. Demikian dikatakan salah satu anggota Tim Sembilan Kemenpora, Gatot S Dewo Broto, Selasa (13/1) petang, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta.

“Hasil rapat Tim Sembilan dengan berbagai instansi dan organisasi memutuskan bahwa perlu segera dilakukan Mou antara Kemenpora dengan PPATK, MoU Kemenpora dengan Polri, serta membuat ‘one stop service’ di persepakbolaan kita,” kata Gatot Dewo Broto.

Dia menambahkan, hasil rapat ini akan segera dilaporkan ke Menpora Imam Nahrawi.

“Seperti janji Menpora kepada para wartawan yang ingin secepatnya membenahi persepakbolaan di Tanah Air, maka hasil rapat ini akan kita laporkan.”

Mengenai MoU Kemenpora dengan Polri, dimaksudkan untuk mengatur soal perijinan pertandingan.

Sementara untuk ‘one stop service’, dimaksudkan dengan sistem ini, nantinya tak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan terkait soal perijinan registrasi pemain, dsb.

“Kita tak mau ada pihak yang diping-pong saat mengurus perijinan. Jangan sampai ada pihak yang harus ke PSSI dulu, tapi sebenarnya tak perlu. Masalah seperti itu tak boleh lagi terjadi di persepakbolaan kita,” tegasnya.

Mengenai anggota Tim Sembilan yang sebelumnya telah menarik diri, Budiarto Shambazy, posisinya telah diganti oleh Natalia Subagyo dari Transparansi Internasional (TI).

“Sedangkan Ricky Yacobi yang sebelumnya dirumorkan akan mengundurkan diri, ternyata dia tetap berada di Tim Sembilan. Tadi yang bersangkutan ikut hadir. Dari Tim Sembilan, hanya Yunus Hussein, mantan ketua PPATK yang tak bisa hadir karena ada kegiatan lain di luar.”

Gatot menjelaskan, yang hadir dalam rapat bersama Tim Sembilan adalah Badan Intelkam Mabes Polri, BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia), Dirjen Imigrasi, PPATK, dan internal Kemenpora.

“Hanya dari Kementerian Tenaga Kerja yang tak bisa hadir karena ada kesibukan lain,” imbuhnya.

kinoy jackson