AYLI Minta Kaum Muda di Tanah Air Harus Siap Hadapi MEA

Kamis, 8 Januari 2015

DEKANDIDAT.COM – Kalau tak mau terlindas zaman, apa pun yang terjadi kaum muda Indonesia harus siap menghadapi Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sejak awal Januari mdibelakan. Hal demikian dikatakan M Akbar Satrio dari Al Azhar Youth Leader Institut (AYLI) pada Diskusi Kamisan Kemenpora (Kumis Kemenpora), Kamis, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta.

“Kami melihat setiap negara akan berlomba-lomba agar hasil produksi mereka laku di pasaran. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Karena mau tidak mau, kita harus siap bersaing dengan mereka,” kata Akbar.

Ditambahkan, ketika MEA sudah berjalan, nantinya harus dipantau dimana posisi Indonesia?

“Pasti ada produksi Indonesia yang sudah maju, namun banyak produk Indonesia yang harus mendapat perhatian karena kualitasnya kalah dengan produk dari luar negeri.”

Menyikapi kondisi seperti, seluruh bangsa yang tergabung di ASEAN harus saling membantu. Negara yang unggul untuk produk tertentu, harus membantu negara lain yang lemah dalam produksinya.

“Lebih dari itu, kita jangan hanya takut menghadapi serbuan produk dan SDM dari luar negeri. Tapi bisakah produk dan SDM kita menembus pasar mereka? Ini yang harus dipikirkan.”

“Saat MEA diberlakukan, sanggupkan pemuda Indonesia menjadi lawyer, dokter, dan profesi lain di luar negeri? Jadi kita jangan ketakutan kalau nantinya akan ada dokter dari Vietnam buka praktek di Indonesia atau lawyer Filipina eksis di Jakarta, dll,” ujarnya balik bertanya.

Khusus soal SDM, Akbar menegaskan bahwa akan timbul risiko ketenagakerjaan di kalangan rakyat Indonesia menghadapi MEA.

“Salah satu jalan kalau Indonesia mau eksis adalah dengan mengedepankan produk dan budaya lokal seperti angklung, pencak silat, dll. Ini merupakan jalan keluar yang bisa dijual di MAE.”

Sementara itu Deputi I Kemenpora Bidang Pemberdayaan Pemuda,  Dr. ER Yuni Poerwanti M.Pd, menyampaikan langkah-langkah besar yang akan diambil Kemenpora dalam upaya menghadapi MEA.

“Untuk menghadapi MEA, perlu diberikan pelatihan-pelatihan terkait AFTA, MEA, dan sejenisnya,” tandasnya.

“Pelatihan-pelatihan tersebut antara lain untuk meningkatkan kreatifitas, dll,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menilai, Indonesia sudah terlambat mempersiapkan generasi mudanya, sehingga gerakan revolusi mental seperti yang dicanangkan Presiden Jokowi, perlu dirumuskan dan dilaksanakan secara cepat dan tepat.

Pembicara lain yang tampil pada Kumis Kemenpora kali ini adalah Suparjo dari Hikmabudhi.

kinoy jackson