Keluar Dari Tim Sembilan

Budiarto Shambazy Desak Menpora Ambil Alih PSSI

Rabu, 7 Januari 2015

JAKARTA – Karena tak mendapat izin dari institusinya, Budiarto Shambazy pun keluar dari Tim Sembilan bentukan Kemenpora. Alasannya, yang bersangkutan masih menjadi wartawan aktif Harian Kompas.

Meski demikian, Budiarto Shambazy tetap akan membantu tim khusus ini secara informal seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Dia tetap merekomendasikan Kemenpora untuk mengambil alih PSSI karena dianggap gagal membina sepak bola Indonesia.

Contohnya, PSSI tak mampu mengantarkan Timnas berbicara banyak di Piala AFF 2014 dan munculnya sepak bola gajah yang melibatkan PSIS Semarang dan PSS Sleman.

“Saya bantu informal saja seperti yang dilakukan Ahok dan Ridwan Kamil. Jauh lebih baik saya bertindak sebagai pengamat. Lagi pula, rekomendasi saya untuk Menpora sudah jelas, ambil alih PSSI,” kata Shambazy saat dihubungi, kemarin.

Dengan mundurnya Shambazy, kini Tim Sembilan menyisakan delapan anggota. Mereka adalah Oegroseno (mantan Wakapolri), mam B Prasodjo (sosiolog UI), Budhiarto Shambazy (wartawan), Ricky Yakobi (mantan pemain Timnas Indonesia), Gatot Dewa Broto (Kemenpora), Nur Hasan (akademisi), Djoko Susilo (mantan Dubes RI untuk Swiss), Yunus Husein (mantan Ketua PPATK) dan Eko Tjiptadi (mantan Deputi Pencegahan KPK).

Sementara itu Juru Bicara Tim Sembilan, Gatot Dewa Broto tak mempersoalkan Shambazy keluar dari tim. Pihaknya menghormati keputusan yang diambil wartawan Kompas dan pengamat olahraga tersebut.

“Untuk penggantinya akan diputuskan dalam beberapa hari ke depan. Yang pasti tim ini akan terus berjalan karena waktu kami sangat pendek,” ujar Gatot usai pertemuan dengan Tim Sembilan di Gedung Kemenpora.

Sesuai jadwal, Rabu kemarin tim bentukan Kemenpora itu memanggil sejumlah pemangku kepentingan seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Komisi Informasi Pusat (KIP).

Gatot tak mau menyampaikan hasil pertemuan yang berlangsung sejak pukul 13.30 – 20.00 WIB tersebut. “Pertemuan kami dengan mereka sangat terbuka, tanpa tekanan dan penuh suasana canda. Intinya, keempat pihak ini menghendaki PSSI masa depan yang lebih baik lagi. Terhadap materi yang mereka sampaikan sifatnya masih kumpulkan info. Kami belum bisa jelaskan apa yang telah mereka sampaikan,” jelasnya.

Rencananya, Tim Sembilan bakal memanggil PSSI pada pekan. Jika tak hadir, pihaknya siap berbicara secara informal bahwa pemanggilan bukan seperti peradilan yang menegangkan.

“Kami akan panggil Pak Djohar (Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin), nanti juga yang kontra seperti Asprov (Asosiasi Provinsi). Kalau tidak hadir, ya silakan saja, tapi nanti keputusan Tim Sembilan akan menjadi keputusan Menpora dan harus dijalankan PSSI,” tandasnya.

 

 

kinoy jackson