Untuk Membenahi Persepakbolaan Nasional

Menpora Gelontorkan Dana Rp2 Miliar Untuk Tim Sembilan

Jumat, 2 Januari 2015

DEKANDIDAT.COM – Demi memperbaiki prestasi persepakbolaan Indonesia yang masih terpuruk di peringkat ke-157 dunia, Kemenpora telah menganggarkan dana sekitar Rp2 miliar untuk Tim Sembilan. Demikian dikatakan Menpora Imam Nahrawi, Jumat (2/1) siang, di Media Center, Kemenpora, Senayan, Jakarta.

Seperti diketahui, untuk membenahi persepakbolaan di Tanah Air, pihak Kemenpora telah membentuk Tim Sembilan yang terdiri dari Imam B Prasojo (Sosiolog), Budiarto Sambazy (wartawan), Ricky Yacobi (mantan pesepakbola), Gatot Dewo Broto (Kemenpora), Prof Nur Hasan (akademisi) , Djoko Susilo (mantan dubes), Yunus Husein (mantan ketua PPATK), Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Oegroseno, SH (Mantan Wakapolri), dan Eko Tjiptadi (mantan Deputi Pencegahan KPK).

“Untuk kinerja Tim Sembilan selama dua bulan ke depan, Kemenpora menganggarkan dana sekitar 1 sampai 2 miliar rupiah,” kata Imam Nahrawi saat menggelar Refleksi Kinerja Kemenpora 2014.

Dia berharap, melalui Tim Sembilan, berbagai permasalahan yang meililit dunia persepakbolaan nasional nantinya bisa terjawab, sehingga prestasi persepakbolaan Indonesia di kancah internasional mengalami kenaikkan yang signifikan.

Menyoal tugas Tim Sembilan, Menpora secara tegas mengatakan bahwa tugas Tim Sembilan bukan hanya untuk mendampingi menteri.

“Ruang lingkup pekerjaan Tim Sembilan adalah mengevaluasi persepakbolaan Indonesia, standarisasi kompetensi persepakbolaan di Indonesia, melakukan evaluasi transparansi terhadap keuangan PSSI,” tegasnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, selama menjalankan tugasnya, Tim Sembilan akan mendapat bantuan dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki TP, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dan dari berbagai kalangan.

Sementara ketika disunggung soal PSSI yang juga akan membentuk tim, Menpora tak mempersoalkannya.

“Silakan saja kalau PSSI mau membentuk tim. Yang pasti Tim Sembilan yang kami bentuk dilindungi oleh Undang-undang.”

Dijelaskan, dia sengaja memasukkan nama mantan aparat penegak hukum agar mereka bisa langsung bertindak ketika menemukan kejanggalan. Seperti yang dilakukan Vietnam.”

“Kita tak mau lagi ada gajah dan anaknya masuk lapangan,” ujarnya menyindir sepakbola gajah yang beberapa waktu terjadi di lingkup PSSI.

“Tim Sembilan tidak hanya akan mendatangi PSSI, tapi beberapa instansi juga akan mereka akan datangi. Apa yang ditemukan Tim Sembilan nantinya akan menjadi kebijakan Kemenpora,” tandasnya.

kinoy jackson