Kemenpora Siapkan Dana Pensiun Buat Mantan Atlet Berprestasi

Senin, 22 Desember 2014

DEKANDIDAT.COM – Peduli terhadap nasib para mantan olahragawan berprestasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berencana memberi jatah pensiun kepada mereka. Demikian dikatakan Sesmenpora, Alfitra Salamm, Senin (22/12) pagi, di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, usai menjadi Inspektur Upara untuk memperingati Hari Ibu ke-86.

“Kemi prihatin terhadap nasib para mantan olahragawan, khususnya para peraih medali di Olimpiade, Asian Games, SEA Games, dan diberbagai kejuaraan atau turnamen internasional. Karenanya Kemenpora berencana menyiapkan dana pensiun untuk mereka,” kata Alfitra

Dijelaskan, saat ini Kemenpora telah membentuk tim yang khusus mendata para mantan olahragawan berprestasi di Tanah Air.

“Kalau doal jumlah atletnya, pastinya banyak. Namun kita belum mengetahui secara pasti. Yang pasti, saat ini tim kita terus bekerja untuk mendata mereka,” ujarnya.

“Dengan adanya dana pensiun untuk atlet berprestasi, diharapkan prestasi olahraga Indonesia ke depan menjadi baik,” tukasnya.

Ditambahkan, selama ini pemerintah melalui Kemenpora secara rutin memberikan apresiasi terhadap para peraih medali di ajang internasional dengan memberikan bonus.

Sementara itu untuk memperingati Hari Ibu ke-86, seluruh karyawan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), melaksanakan upacara bendera di halaman kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin.

Pada kesempatan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Alfitra Salam berharap agar di masa mendatang bisa terjadi kesetaraan antara kaum pria dan perempuan di segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di Tanah Air.

“Di Kemenpora, setiap bidang harus ada kau wanitanya. Di sini, kita terus menjaga kesetaraan antara kaum pria dan wanita, dengan catatan mereka memiliki kemampuan.”

Peringatan Peringatan Hari Ibu di Kemenpora juga diwarnai dengan pembacaan sejarah lahirnya Hari Ibu. Diceritakan bahwa kebangkitan kaum perempuan di Tanah Air dimulai pada Tahun 1928, bertepatan dengan lahirnya Hari Sumpah Pemuda.

Pada tahun itu juga, Kongres Perempuan Indonesia ke-1 dilaksanakan.
Namun baru pada Kongres Perempuan Indonesia ke-3 tahun 1938 di Bandung, Jabar, ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Semboyan Hari Ibu adalah Merdeka Melaksanakan Dharma.

kinoy jackson