Berhentikan Koruptor Secara Hormat, Mendagri Dikecam

Jumat, 19 Desember 2014

DEKANDIDAT.COM – Langkah Mendagri Tjahjo Kumolo memberhentikan secara hormat kepada terpidana korupsi mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) yang divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Bandung, menuai kecaman.

“Pemberantasan korupsi dalam pemerintahan Jokowi-JK ini semakin buruk. Baru kali ini pemerintah memberhentikan secara hormat mantan pejabat yang telah terbukti korupsi. Ada apa dengan Mendagri yang memberhentikan Rahmat Yasin dengan hormat?” kata Uchok Sky Khadafi dari Fitra, di Jakarta.

Kondisi ini dinilai sangat ironis dan menimbulkan kontroversi karena bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat dan menjadi preseden buruk bagi upaya pemberantasan Korupsi di Indonesia. Bahkan Mendagri dianggap telah membela koruptor.

“Mendagri tidak mengindahkan dasar hukum dalam memberhentikan seorang pejabat yang korupsi. Bahkan dia mencurigai ada praktik persekongkolan dalam proses penerbitan SK Mendagri Nomor 131.32.4652 tahun 2014 tanggal 25 November 2014 itu.”

“Sebab jelas aturannya di dalam UU No 32/2004 maupun UU 23/2014 tentang Pemda maupun Perppu No1/2014 tentang Pilkada, yang intinya bahwa Kepala Daerah yang ditetapkan sebagai Terdakwa tindak pidana korupsi diberhentikan sementara dari Jabatan oleh Mendagri. Selanjutnya diberhentikan secara definitif jika terbukti bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht),” tambahnya.

kinoy jackson