Kalau Tak Ingin Dipandang Sebelah Mata

Sudah Saatnya Indonesia Menerapkan Sport Inteligent

Kamis, 4 Desember 2014

DEKANDIDAT.COM – Kalau prestasi olahraga Indonesia tak mau dipandang sebelah mata oleh negara lain, sudah saatnya pemerintah menerapkan sport inteligent, seperti yang telah diterapkan oleh China, Prancis, dan Amerika.

Hal demikian dikatakan pengamat olahraga Anton Sandjoyo pada Diskusi Kamisan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kumis Kemenpora), Kamis (4/12) siang, di Media Centre Kemenpora, Senayan, Jakarta.

Dia menjelaskan, kalau ingin berhasil, setiap cabang olahraga harus mempunyai motivasi yang kuat dalam upaya menciptakan atlet hebat.

“Cina, AS, dan Prancis, sukses mengembangkan olahraganya berkat keseriusan mereka mencari informasi terkait cabang olahraga yang mereka ingin kuasai,” ujar Anton.

Misalnya, jauh-jauh hari sebelum Olimpiade Beijing 2008 diselenggarakan, Cina telah mengirim ‘mata-matanya’ ke berbagai negara. Tujuannya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan negara lain untuk setiap cabang olaharaga.

“Hasilnya pada 2008, Cina sukses menjadi juara Olimpiade Beijing. Indonesia juga harus melakukan cara seperti ini,” tandasnya.

Begitu juga dengan Amerika, setahun sebelum Olimpiade 2012 di Inggris dimulai, mereka telah melakukan spionase khusus terhadap cabang olahraga BMX.

“Bagi kita, cabang olahraga BMX mungkin tak ada artinya, tapi tak demikian halnya dengan Amerika yang sebelumnya selalu gagal meraih medali emas dari cabang tersebut. Mereka pun mengintip persiapan Olimpiase England dengan cara mengambil gambar sirkuit BMX. Mereka kemudian membangun sirkuit serupa di Oregon, Amerika Serikat,” tukasnya.

Ternyata, sebelum Olimpiade England digelar atlet BMX Amerika telah menguasai sirkuitnya. Mengetahui hal ini, pihak panpel langsung melakukan perubahan, namun hanya sedikit saja, karena waktunya sudah mepet, hanya sekitar seminggu.

“Hasilnya, atlet BMX Amerika berhasiel menguasai perolehan medali hingga setengahnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa sport inteligent sangat bermanfaatn untuk mengembangkan prestasi olahraga. Sudah saatnya Indonesia juga menerapkan cara-cara seperti ini,” imbuhnya.

Tampil sebagai pembicara lainnya, Seskemenpora Alfitra Salam, dan mantan atlet angkat besi Hadi Wihardja, dipandu moderator Eko S dari Media Indonesia.

kinoy jackson