Peringati Hari Korpri ke-43

Menpora Minta Karyawannya Buang Jauh-jauh Budaya Priyayi

Senin, 1 Desember 2014

DEKANDIDAT.COM – Bertempat di halaman kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (1/12), Menpora Imam Nahrawi menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia ke-43. Pada kesempatan itu, dia meminta anggota Korpri meninggalkan budaya priyayi yang selalu minta dilayani.

“Bertepatan dengan Hari Korpri yang ke-43, para anggota Korpri mulai saat ini harus meninggalkan budaya priyayi. Selama ini, mereka terkesan minta dilayani. Kini saatnya mereka melakukan jemput bola terhadap pekerjaannya, sehingga proses birokrasi bisa berjalan lebih lancar,” kata Menpora Imam Nahrawi.

Mengutip pidato Presiden Jokowi yang dibacakannya, Menpora sangat setuju agar anggota Korpri meninggalkan jauh-jauh ego sektoral dan ego kedaerahan.

“Demi persatuan dan kesatuan bangsa, anggota Korpri harus meninggalkan ego sektoral dan ego kedaerahan. Ini yang dikehendaki oleh Pak Presiden Jokowi dan kami dari Kemenpora sangat mendukung sekali,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan.

Presiden Jokowi dalam sambutannya juga meminta anggota Korpri menjaga kode etik profesi.

Sementara itu terkait soal Revolusi Mental yang ‘diteriakkan’ Jokowi selama masa kampanye Pilpres 2014, Imam menyebutkan bahwa di kantor Kemenpora, dia sudah melakukan sejumlah gebrakan, di antaranya memajukan jam kerja dari pukul 08.00 WIB, menjadi pukul 07.00 WIB.

“Dengan memajukan jam kerja menjadi pukul 7 pagi, maka tak ada lagi alasan mereka kena macet di jalan. Juga dengan pulang jam 3 sore, mereka punya waktu lebih banyak untuk keluarganya.”

Gebrakan lain yang dilakukan kantor Kemenpora di bawah kepemimpinan Imam Nahrawi adalah melakukan tes urine terhadap seluruh karyawannya untuk mengetahui apakah para karyawan mengkonsumsi narkoba atau tidak.

“Lebih dari itu secara berkala, kami terus memantau kinerja para karyawan,” tukasnya seraya melayani para karyawannya yang meminta foto bersama.

 

kinoy jackson