Jokowi Diingatkan Untuk Tidak Terlena Dengan Sikap Pers

Kamis, 6 November 2014

DEKANDIDAT.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diingatkan untuk tidak terlena dengan dukungan positif dari media massa yang belakangan ini menjadi ‘media darling’. Pasalnya, sedikit saja melakukan ‘blunder’ media massa di Tanah Air akan berbaliknya menyerangnya.

Hal demikian dikatakan mantan juru bicara Kemenkominfo, Gatot S Dewo Broto, Kamis, di Jakarta.

“Pak Presiden jangan terlena terhadap media massa yang kini masih menjadi media darling. Jika dia melakukan blunder, misalnya saat menaikkan harga BBM, media massa akan menyerang balik,” tandas Gatot.

Namun, kalau setiap hari pers diperlakukan baik dan diberi informasi memadai, mereka akan menurunkan berita sebaik mungkin, lanjutnya.

“Tapi kalau pers dimusuhi, mereka akan menyerang pemerintahan Jokowi setiap kali ada kesempatan,” tukasnya.

Tampil sebagai pembicara pada Rapat Koordinasi Badan Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) yang mengangkat tajuk ‘Membumikan Bakohumas dalam Implementasi Visi dan Misi Jokowi-JK dalam Pemuda dan Olahraga’, Kamis, di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Gatot, yang kini dipercaya sebagai Juru Bicara Kemenpora menambahkan, untuk mengamankan pemerintahan Jokowi-JK, setiap kementerian harus menjadikan pers sebagai mitra yang baik.

Untuk di Istana Negara, Gatot memperkirakan staf khusus presiden dan kepala biro (karo) Istana Negara yang akan menangangi media massa.

“Jangan jadikan pers atau wartawan sebagai musuh. Justru kalau bisa, pers hanya menyerang menteri, bukan presiden. Karenanya, setiap kementerian harus pintar-pintar mengelola wartawan untuk dijadilan sahabat,” ujarnya.

Dia justru sangat menyayangkan sikap menteri yang tak mau melayani pertanyaan pers. Hal itu dinilainya justru akan menghambat kinerja menteri bersangkutan.

“Saya tak mau menyebut nama menterinya. Yang pasti saya sangat tahu kalau menteri bersangkutan menolak pertanyaan wartawan. Padahal wartawan adalah salah satu mitra kerja yang harus diperlakukan baik,” tandasnya.

Gatot juga tak suka jika ada menteri yang hanya mau melayani wartawan saat jam kerja saja.

“Ada menteri yang tak mau diwawancarai wartawan karena waktunya bukan di jam kerja. Harusnya seorang menteri tak perlu bersikap kaku seperti itu. Kalau pers dirangkul dengan baik, mereka juga akan baik ke kita,” tambahnya.

“Kalau memang di kementeriannya ada masalah, hadapi saja pers. Kalau mau ngeles-ngeles sedikit, wajar lah. Lebih baik hadapi pers sebisanya, tanpa harus menghindar,” imbuhnya.

Hadir sebagai pembicara Direktur Pemberitaan Harian Media Indonesia Usman Kansong, dan Pemred Harian Jurnal Nasional Budi Winarno.

kinoy jackson