Polda Metro Buru HB, Korlap Demo Anarkis FPI di Balai Kota

Minggu, 5 Oktober 2014

DEKANDIDAT.COM – Karena tak juga mau menyerahkan diri, Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan Habib Novel Bamukmin (NB) sebagai buron. Sebelumnya yang bersangkutan diberi waktu 1×24 jam.

Habib Novel juga telah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus demo anarkis Front Pembela Islam (FPI) di depan gedung DPRD dan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/10).

Habib Novel selaku koordinator lapangan demo Front Pembela Islam (FPI) dianggap ikut bertanggung jawab karena sudah melukai petugas negara dan melakukan perusakan.

“Kami masih mau cari Habib N, dia sudah jadi DPO kita, sudah buron. Yang Habib NB sudah jadi DPO polda Metro Jaya,” tegas Kapolda Metro Jaya, Irjen Unggung Cahyono, Minggu, usai salat Ied Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Hingga kini Polda Metro Jaya menetapkan 21 anggota Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka. Satu di antaranya seorang korlap demo.

Adapun 21 tersangka tersebut masing-masing bernama Shahabuddin H Anggawi, Suryanto, Ramlan Al Idrus, Suharto, Atim Firmansyah, Dadan Saefullah Hamdani, Iman Waliyudin, Noto Roso bin Daryono, Sarif bin Burhanudin, Abdul Kohar, Hudan Abdul Jabar, Asep Abdurahman, Heru Mulyawan, Ahmad Saarih, Mamun Syarifudin, Abdul Rohim, Agus Bambang KR, Taufi Kurahman, Ade Rizky Mubarok, Deni Maulanan, dan Asep Saefudin bin Misar.

Sementara satu tersangka yang masih dibawah umur sehingga tidak dilakukan penahanan, tetapi tetap diproses hukum.

Sementara, satu orang yang diamankan dari Markas FPI bernama Irwan selaku penanggungjawab aksi statusnya masih berstatus sebagai saksi.

Pelaku demo anarkis tersebut dijerat dengan pasal 214 ayat 1 dan 2 KUHP dan atau pasal 170 ayat 1 dan ayat 2 KUHP dan atau pasal 160 KUHP dan atau pasal 406 KUHP juncto pasal 55 KUHP. Mereka dianggap sudah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan secara bersama sama terhadap anggota Polri yang sedang bertugas dan atau penghasutan, pengeroyokan, dan pengrusakan barang dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

kinoy jackson