Medina dkk adalah Produk Japfa

Japfa Chess Festival Bikin GM Suat Atalik Nyaman di Indonesia

Sabtu, 26 April 2014

DEKANDIDAT.COM – Pecatur asal Turki, GM Suat Atalik, bukan main gembiranya bisa menempati posisi ketiga di 9th Japfa Chess Festival 2014 yang berlangsung 20-25 April di Wisma Serba Guna, Senayan, Jakarta.

Pecatur yang memiliki elo rating 2562 mengatakan kepada Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi, Kristianus Liem (kris), dia merasa nyaman bermain di Indonesia, sehingga bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya.

“Saat tampil di Kuala Lumpur, Malaysia, saya tak bisa menikmati pertandingan seutuhnya. Di Thailand, saya merasa aneh. Tapi di Indonesia, saya benar-benar merasa nyaman. Hasilnya, saya bisa menjadi juara ketiga,” ujar Kris, menirukan cerita Suat Atalik, beberapa saat sebelum 9th Japfa Chess Festival 2014 ditutup Jumat (25/4) malam.

Saat di Thailand, Suat Atalik, berada di luar 30 besar, sehingga dia tak meraih hadiah. Sementara di Kuala Lumpur, dia juga tak bisa tampil maksimal. Saat tampil di Japfa Chess Fastival, dia baru bisa hepi.

Kata Kris, sikap profesional panitia Japfa Chess Festival telah membuat Suat Atalik merasa betah di Indonesia. Dia juga merasa masyarakat indonesia sangat ramah, sehingga dia bisa mengeluarkan segenap kemampuannya bermain catur. Dia bahkan siap kembali ke Indonesia, untuk tampil di  Japfa Chess Festival.

“Kapan pun diperlukan, saya siap ke Indonesia lagi. Anda punya nomor telpon dan email saya. Hubungi saja. Saya pasti datang. Kalau perlu, saya akan datang bersama istri saya. Dia seorang Women Grand Master,” ujar Suat, Jumat itu.

Ternyata dengan keramahtamahan panitia Japfa, Suat merasa bahagia di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan hasil yang dicapai pecatur kita?

Menurut Kris yang juga seorang pengamat catur, hasil imbang 3-3 yang diraih WGM Medina Warda Aulia (2332) saat menghadapi WGM Ticia Gara (2336) dari Hungaria, sudah sangat normal.

“Kalau dibilang puas, jelas hasil tersebut tak membuat kami puas. Namun beda elo rating yang sangat sedikit tak bisa dobohongi. Kekuatan mereka sangat berimbang. Hasil imbang sudah sangat normal,” tandasnya.

Begitu juga dengan hasil yang diraih pecatur putra Indonesia di kategori Grand Master yang diikuti oleh 10 pecatur terbaik dari enam negara. PB Percasi menilainya sebagai hasil yang wajar.

“Keberhasilan Farid Firmansyah menempati posisi keempat sudah bagus. Dengan lawan-lawan yang elo ratingnya lebih tinggi, dia bisa berbuat banyak. Mudah-mudahan, pada kesempatan mendatang, para pecatur Indonesia bisa berbuat banyak,” tambahnya.

Meskipun hasil yang diperoleh pada Japfa Chess Festival kali ini belum memuaskan, PB Percasi menganggap Japfa telah berbuat hal yang maksimal terhadap dunia percaturan di Tanah Air.

“Mereka-mereka yang sekarang bisa berkiprah di ajang internasional, hampir seluruhnya dibesarkan oleh Japfa. Melalui berbagai turnamen yang digelar Japfa, kemampuan mereka secara rutin diasah. Hasilnya kita bisa lihat sekarang. Mereka telah membuat nama Indonesia harum di kancah internasional,” tegasnya.

Seperti diketahui, setiap tahunnya Japfa selalu menggelar turnamen bergengsi. Tujuannya adalah menciptakan bibit-bibit pecatur handal di Tanah Air.

Kalau dihitung, jumlah pecatur handal di Tanah Air sudah cukup banyak dilahirkan oleh Japfa. Catat saja, Irene Kharisma Sukandar, Medina Warda Aulia, Chelsie Monica Sihite, dan pecatur lain yang kini berjaya, dulunya adalah juara di kelompok umur (KU) turnamen yang diadakan oleh Japfa.

Moga-moga ke depan, Japfa tetap peduli pada dunia percaturan di Indonesia. Bravo Japfa.

kinoy jackson